Senin, 22 Juli 2019 07:25

Ikuti Darul Arqom, Siswa SMAMITA Sidoarjo Belajar Tentukan Arah Kiblat

Selasa, 28 Mei 2019 00:35 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Mustain
Ikuti Darul Arqom, Siswa SMAMITA Sidoarjo Belajar Tentukan Arah Kiblat
BELAJAR: Siswa SMAMITA saat mendapatkan materi tentang penentuan arah kiblat, Senin (27/5). foto: ist

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Fenomena Roshdul Kiblat atau penentuan arah kiblat menarik untuk disimak oleh umat muslim, tak terkecuali di daerah Surabaya dan sekitarnya.

Diantara yang tertarik, sejumlah siswa SMA Muhammadiyah Taman (SMAMITA) Sidoarjo, dengan belajar materi penentuan arah kiblat saat pelaksaan Darul Arqom, Senin (27/5).

Kegiatan ini digelar di Rooftop Lantai 9 Smamita Tower. Para siswa SMAMITA belajar dipandu oleh Ustadz Syamsu Alam Drajat, selaku instruktur.

Menurut dia, fenomena Rosdhul Kiblat (penentuan arah kiblat) setiap tahun terjadi dua kali dalam putaran hitungan tahun Masehi. "Pertama terjadi di bulan Mei pada tanggal 27 dan di tahun 2019. Kemudian pasti terjadi pada tanggal dan bulan yang sama,” cetusnya, Senin (27/5).

Syamsu yang juga lumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang membidangi Ilmu Falak ini menguraikan fenomena kedua datang pada tanggal 15 dan 16 Juli 2019 mendatang.

Namun, perbedaan dari keduanya terletak pada waktunya saja. Untuk bulan Mei pukul 16:18 WIB. Sedangkan bulan Juli terjadi pukul 16:27 WIB.

“Dengan adanya fenomena ini, semua pakar ilmu falak dan pakar astronomi bisa dipastikan melakukan hal yang sama. Karena sudah menjadi tradisi turun menurun. Ini bagian akurasi seratus persen bayangan tepat di atas Ka’bah," imbuh alumni SMAMITA Tahun 2013 ini.

Selain itu, kata Syamsu, berdasarakan himbauan Majelis Tarjih Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada tanggal itu diharap memverivikasi ulang arah kiblat di setiap tempat, baik di masjid maupun musala masing-masing.

"Apalagi penentuan arah kiblat ini, tidak memerlukan alat yang mahal. Hal ini sederhana dan bisa dikatakan tanpa mengeluarkan biaya. Cukup berdiri pada jam itu, maka banyangan kita itu menunjukkan arah kiblat," tegasnya.

Haedar Muhammad, siswa SMAMITA kelas XI IPA-3 yang ikut kegiatan ini, mengaku berdasarkan materi yang sudah dijelaskan itu, dirinya bisa menentukan arah kiblat karena sudah tahu ilmunya.

"Semoga dengan metode yang diajarkan, kami dapat membenarkan arah kiblat masjid atau musala yang ada di sekitar lingkungan kita,” ungkap Haedar Muhammad. (sta/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...