Ilustrasi
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki musim kemarau, pihak BPBD Kabupaten Pasuruan mulai melakukan pendataan beberapa wilayah Kecamatan/Desa yang rawan kekeringan. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi bila nanti terjadinya kekeringan.
Menurut keterangan Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bhakti Jati Permana kepada BANGSAONLINE.com, masalah kekeringan memang menjadi atensi serius pihaknya. Bahkan dalam rakor yang dilakukan di Pemprov Jatim beberapa hari lalu, semua kabupaten/kota sudah diminta untuk segara melakukan pemetaan dan invetarisir daerah yang berpotensi terjadi kekeringan
BACA JUGA:
- Pasuruan Dikepung Banjir: Ketinggian Air Capai 1,2 Meter, Empat Kecamatan Siaga Satu
- Puting Beliung Terjang Pasuruan, 12 Kecamatan Terdampak, Puluhan Pohon Tumbang dan Warga Terluka
- Evakuasi Truk yang Terpersok ke Jurang Akibat Longsor di Jalur Wisata Bromo Terhambat Kondisi Tanah
- 18 Rumah Rusak di Pasuruan Imbas Bencana akan Diajukan Perbaikan
“Untuk sementara belum ada laporan desa yang mengalami kekeringan. Tapi BPBD tetap melakukan pendataan dan inventarisir wilayah atau desa yang rawan terjadi kekeringan,“ jelas Bhakti.
Bhakti mengaku pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan semua Camat di Kabupaten Pasuruan, untuk memberikan imbauan agar segera melapor apabila sewaktu-waktu ada daerah yang mengalami kelangkaan air bersih. Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat penanganan.
“Memang belum ada laporan kakurangan air bersih. Pasalnya kemarau baru beberapa pekan saja. Mata air di beberapa sumber masih lancar mas,“ jelasnya. (bib/par)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




