Jumat, 23 Agustus 2019 17:08

Tanya Jawab Islam: Haram! Gaji DPR Hasil Jual Beli Suara, Inilah Dalilnya

Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya Jawab Islam: Haram! Gaji DPR Hasil Jual Beli Suara, Inilah Dalilnya
Dr. KH. Imam Ghazali Said

>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<<

Pertanyaan:

Assalamualaikum Kiai Said. Pascapemilu, marak berita jual beli suara oleh calon legislatif. Apa hukumnya jual beli suara caleg antar caleg lintas partai? Bagaimana hukum gajinya selama 5 tahun? Waalaikumsalam. (Ahmad Bahri, Sampang Madura)

Jawaban:

Pertama yang harus kita pahami bersama adalah hukum memberikan suara pada pemilu. Hukum memberikan pilihan dengan mencoblos itu adalah boleh, sebab hal ini sama halnya dengan musyawarah. Sebagaimana firman Allah:

“Bermusyawarah-lah dengan mereka dalam masalah itu”. (Qs. Ali Imran:159). Bahkan sebagian para ulama menganalogikan pemberian suara itu sama halnya dengan berbai’at, maka jika ini yang difahami, maka mencoblos itu hukumnya wajib, sebab ini terkait dengan pemimpin yang wajib ditaati.

Nah, calon legislatif adalah wakil kita yang ada di pemerintah untuk bisa menyuarakan rakyat. Tentunya kita akan memilih orang-orang yang amanah yang dapat mengemban tugas itu. Maka, proses pemilihannya juga atas kehendak sendiri bukan atas pengaruh orang lain. Praktek caleg yang memberikan sejumlah uang agar dipilih menjadikan orang tidak dapat memilih dengan bebas dan atas kehendaknya senidiri untuk memilih orang-orang yang mampu mengemban amanah. Bukan hanya sekedar jabatan. Kalau suap menyuap ini dilakukan maka ini sama halnya dengan menyuap untuk diangkat jadi PNS.

Memilih dengan disuap itu juga dianggap telah membuat kesaksian palsu. Fatwa dari Lajnah Syar'iyah Jam'iyah Al-Ishlah Kuwait menyebutkan hal itu demikian:

يجبعلىالناخبأنيعلمبأنّانتخابشخصمايعتبرشهادةلهبالكفاءةوتزكيةله،كماانهيعتبرتوكيلاًلهللمطالبة بحقوقه،فإيّاكثمأيّاكأنتشهدلإنسانبأنتزكيهوتعطيهصوتكوتنتخبهمقابلعرضمنالدنيا،فتشهدلهشهادةزور،فتقعتحتطائلةذنبعظيموبهتانمبين،قالتعالى: ((واقيمواالشهادةللهذلكميوعظبهمنكانيؤمنباللهواليومالآخ،ومنيتقاللهيجعللهمخرجاً)) (الطلاق:2). فلاتشهدأيهاالناخبالكريمإلاّبمارأيتيقيناًأنهنافعومفيدوفيمستوىالمسؤوليةلقولهصلىاللهعليهوسلملمنسألهالشهادة :(هلترىالشمس؟قال: نعم،فقال: علىمثلهافاشهدأودع)

“Wajib bagi pemilih untuk mengetahui orang yang dipilih dari sisi kemampuan dan kebersihannya. Hal ini juga dianggap akad taukil (memberikan kuasa) untuk menyuarakan hak-hak rakyat. Maka hati-hatilah jangan sampai Anda memberikan suara kepada seseorang hanya karena sekedar pemberian hadiah uang atau lainnya, sebab Anda akan masuk pada orang-orang yang melakukan kesaksian palsu dan ini dosanya besar sekali sebagaimana disebutkan dalam surat al-Talaq:2. Maka wahai pemilih janganlah memberikan suara Anda kecuali kepada orang yang akan dapat memberikan manfaat dalam tanggung jawabnya. Ingatlah sabda rasul: apakah kamu lihat matahari, kalau ya, maka pilihlah atau tinggalkanlah.

Dalil yang lain adalah firman Allah:

ياأيهاالذينآمنوالاتأكلواأموالكمبينكمبالباطلإلاأنتكونتجارةعنتراضمنكم

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu”. (Qs. An-Nisa’:29)

وَتَعَاوَنُواْعَلَىالْبرِّوَالتَّقْوَىوَلاَتَعَاوَنُواْعَلَىالإِثْمِوَالْعُدْوَانِوَاتَّقُواْاللّهَإِنَّاللّهَشَدِيدُالْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. (Qs. Al-Maidah:2)

Umu al-Mukminin melaporkan sebuah hadis bahwa rasul bersabda:

-لعنرسولاللهصلىاللهعليهوسلمالراشيوالمرتشيوالرائشالذييمشيبينهما

“Rasulullah melaknat penyuap, penerima suap, makelar suap”. (Hr. Tabrani:822)

Dari sini dapat disimpulkan bahwa jual beli suara caleg itu termasuk suap dan haram hukumnya. Maka akibat dari perbuatan haram ini, seluruh yang didapat dari jabatan ini juga haram. Tidak hanya gajinya saja, semua fasilitas negara bagi anggota legislatif yang ia gunakan menjadi haram. Sebenarnya hukum seperti ini banyak orang yang tau dan menyadarinya, hanya mungkin gemerlap dunia dan kehormatan melupakannya. Kita berlindung kepada Allah agar kita semua dan keluarga diselamatkan dari perbuatan haram ini. Waalhu a’lam.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...