Petrokimia Gresik Sosialisasikan Standarisasi Baru Pupuk Organik

Petrokimia Gresik Sosialisasikan Standarisasi Baru Pupuk Organik Kegiatan sosialisasi penerapan Permentan No 1 Tahun 2019 di Petrokimia Gresik. Dari kiri, Komisaris PG Yoke C Katon, Staf Ahli Bidang Lingkungan Pertanian Kementan Pending Dadih Permana, dan Dirsar PG Meinu Sadariyo.

Di mana pengadaan Petroganik pada tahun 2018 naik 28 persen dan penjualannya meningkat 16 persen. "Sedangkan untuk serapan Petroganik pada tahun 2018 sebesar 680.933 ton," paparnya.

Meinu berharap capaian tahun 2019 ini dapat tumbuh lebih baik lagi. Karena itu Meinu berharap agar Mitra Petroganik senantiasa menjaga kualitas sesuai Permentan baru ini, dan membantu menyosialisasikan pemupukan berimbang 5:3:2 kepada petani. Yaitu penggunaan 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar sawah.

"Pemupukan berimbang merupakan perpaduan antara pupuk organik dan anorganik. Karena petani belum banyak memahami manfaat pupuk organik, kita harus menjaga kualitas Petroganik, sehingga saat mereka mencoba mengaplikasikan pemupukan berimbang akan merasakan manfaatnya," terang Meinu.

Tahun 2019 ini PG memiliki 152 Mitra Petroganik yang tersebar di berbagai daerah. Sebagian besar terkonsentrasi di Jawa Timur, yaitu sebanyak 84 mitra. Pola kemitraan ini dibentuk dengan tujuan untuk memudahkan akses terhadap bahan baku, sekaligus memudahkan handling serta distribusi produk jadi ke Gudang Peyangga maupun distributor.

"PG sangat mendukung upaya pemerintah dalam mengampanyekan penggunaan pupuk organik kepada petani," pungkasnya.

Martin Liando, Mitra Petroganik PG asal Lumajang, Jawa Timur, menyambut baik Permentan No.1/2019. Ia menyatakan bahwa peraturan baru ini merupakan rambu-rambu bagi mitra produksi seperti dirinya dalam memproduksi pupuk organik Petroganik.

"Dengan peraturan baru ini artinya kualitas pupuk Petroganik akan semakin terjamin. Petani akan semakin mudah memahami manfaatnya, sehingga penggunaan pupuk Petroganik diharapkan meningkat," ujarnya. (hud/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO