Air luapan Kali Lamong merendam rumah warga, jalan, dan persawahan di sekitarnya. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Banjir luapan akibat Kali Lamong kian membesar hingga Rabu (1/5). Kondisi ini kian membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran anak Kali Sungai Bengawan Solo tersebut kian menderita. Mereka hanya bisa pasrah dan mengeluh menerima nasib seperti itu tiap tahunnya.
Khususnya para petani, dalam setahun musim hujan, mereka sudah 2 kali mengalami gagal panen padi yang mereka tanam akibat diterjang banjir. Sehingga, mereka mengalami kerugian jutaan rupiah.
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Perbaikan 2 Titik Tanggul Anak Kali Lamong di Cerme Gresik Ditarget Rampung Tiga Hari
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
"Di mana pemerintah Mas? Serius atau tidak menangani Kali Lamong," kata Subari, petani asal Desa Boteng Kecamatan Menganti kepada BANGSAONLINE.com, Rabu (1/5).
Menurut dia, dalam kurun waktu 2 bulan ini, areal persawahan padi yang berada di sekitar aliran Kali Lamong terendam. Sehingga, padi yang baru berusia 1,5 bulan rusak parah dan gagal panen.
"Tolong Mas sampaikan ke Pak Bupati dan Wabup (Sambari Halim Radianto dan Moh. Qosim), ajur (hancur,red) gagal panen," cetus dia.
Subari menuding Pemkab Gresik tak peduli dengan warganya (petani) yang mengalami gagal panen akibat banjir Kali Lamong.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




