Senin, 23 September 2019 14:53

Sisir TBC, Pemkot dan TB Care Aisyiyah Kota Mojokerto Terjun ke CFD

Minggu, 28 April 2019 21:00 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Yudi Eko Purnomo
Sisir TBC, Pemkot dan TB Care Aisyiyah Kota Mojokerto Terjun ke CFD
Sedot animo masyarakat. Puncak hari TBC di Alun-alun Kota Mojokerto. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Puncak peringatan hari Tuberculosis (TBC) sedunia di even Cat Free Day (CFD) Alun-alun Kota Mojokerto menyedot animo masyarakat. Sejumlah kegiatan digelar lembaga anti TBC-HIV Care Aisyiyah Kota Mojokerto, Minggu pagi (28/4). Kegiatan ini mengusung tema “Ketahui Status TBC mu Sejak Sekarang ”.

Sepanjang pagi, masyarakat diajak untuk senam pagi bersama, lalu dilanjutkan dengan tes kesehatan gratis, screening TBC, penyuluhan tentang TBC dan cara penggunaan masker yang benar hingga pelepasan balon.

Tatik Lutfiati, Kepala SSR TBC-HIV Aisyiyah Kota Mojokerto mengatakan, fenomena penderita TBC di Kota Mojokerto cukup tinggi. Sehingga, masyarakat perlu memahami gejalanya. “Kalau batuk berdahak selama dua minggu, ya harus periksa ke puskesmas. Apalagi disertai munculnya keringat dingin dan sesak nafas,” ungkapnya.

Tatik juga mrngatakan, TBC-HIV Care Aisyiyah, mempunyai kewajiban untuk membantu pemerintah menangani hal ini. “Karena TBC ini harus dituntaskan. Maka masyarakat harus paham terhadap TBC dan cara penanggulangannya. Peran kita membantu pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk menguatkan kader-kader,” terangnya.

Tatik juga berharap, dengan adanya kegiatan atau program-program yang dilakukan TB Care Aisyiyah ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, untuk mewujudkan Kota Mojokerto ini bebas dari TBC tahun 2035.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Mojokerto Dr. Esti Hermawati, mengatakan, penanggulangan TBC di Kota Mojokerto menjadi atensi Pemkot, dalam hal ini Dinas Kesehatan. “Kita apresiasi SSR TBC-HIV Aisyiyah yang menggelar acara ini. Karena TBC memang harus dituntaskan. Targetnya 2030 Indonesia bebas TBC,” katanya.

Hesti juga mengatakan, selama ini Dinas Kesehatan sudah melakukan berbagai upaya penanggulangan TBC, termasuk rencana penerbitan regulasi TBC di Kota Mojokerto. “Dinas Kesehatan segera mengusulkan regulasi dalam bentuk peraturan wali kota yang di dalamnya mengatur warga yang terduga TBC harus mau diperiksa,” tambahnya.

Sekadar diketahui, jumlah warga Kota Mojokerto yang terdeteksi terkena TBC mencapai 391 orang dan 75 penderita TBC anak. (yep/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Senin, 23 September 2019 13:14 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. Inna ‘ibaadii laysa laka ‘alayhim sulthaanun wakafaa birabbika wakiilaan“Sesungguhnya (terhadap) hamba-hamba-Ku, engkau (Iblis) tidaklah dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhanmu sebagai penjaga...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...