Kamis, 21 November 2019 05:55

Bawaslu Blitar Dituding Tak Serius Tangani Dugaan Money Politics

Selasa, 23 April 2019 13:34 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Akina Nur Alana
Bawaslu Blitar Dituding Tak Serius Tangani Dugaan Money Politics
Aksi massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Pemilu Bersih (For Peber) saat berunjukrasa di depan kantor Bawaslu. foto: AKINA/ BANGSAONLINE

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Massa yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Pemilu Bersih (For Peber) berunjukrasa di depan kantor Bawaslu Kabupaten Blitar, Selasa (24/4/2019). Mereka menuntut agar Bawaslu menindak tegas dugaan money politics di Desa Dayu Kecamatan Nglegok dan Desa Purwokerto Kecamatan Srengat.

Koordinator aksi Darmanto mengungkapkan, pada malam menjelang 17 April, petugas Bawaslu dan Polres Blitar Kota mengamankan seorang yang diduga timses caleg PKB. Namun sampai sekarang belum ditangani oleh Bawaslu.

Berdasarkan rilis yang ditulis For Peber, timses tersebut berinisial Y dan telah diamankan bersama sejumlah barang bukti. Sedangkan di Desa Purwokerto Kecamatan Srengat, petugas gabungan juga mengamankan timses caleg PDIP berinisial AR beserta barang bukti.

"Kami menuntut Bawaslu netral dan mengungkap dugaan money politics ini. Jika terbukti, kami menuntut diselenggarakan pemungutan suara ulang," ungkap Darmanto dalam orasinya.

Tuduhan yang diteriakan massa dalam aksi unjukrasa ini dibantah Bawaslu. Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar Hakam Sholahudin membantah jika Bawaslu dan Polres Blitar Kota telah mengamankan timses caleg.

"Perlu kami klarifikasi jika untuk dugaan money politics di Purwokerto Srengat itu merupakan informasi dari masyarakat. Kami masih akan mengkaji dan mendalami informasi tersebut di lapangan," ungkap Hakam Sholahudin.

Sementara yang terjadi di Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Hakam menyebut memang ada timses caleg yang mengatakan akan melakukan serangan fajar. Namun hal ini diketahui oleh Panwascam Kecamatan Nglegok yang langsung meminta agar timses mengurungkan niatnya.

"Itu pun sebenarnya hanya omongan di warung kopi. Dan langsung diingatkan oleh petugas kami agar tidak sampai menyebarkan uang. Upaya pencegahan inilah yang akhirnya menyebar hingga ke mana-mana kalau petugas kami menangkap timses yang melakukan money politics," paparnya.

Hakam menegaskan pihaknya masih akan mengkaji dan mendalami informasi tersebut apakah memenuhi serta mengumpulkan barang bukti. Kemudian hasil dari lapangan akan dirapatkan kembali di sentra Gakkumdu apakah memenuhi unsur apa tidak.

"Ini masih jauh sekali dari apa yang menjadi persepsi masyarakat tentang pengungkapan money politics. Karena barang buktinya masih sumir semua. Masih perlu dilengkapi," pungkasnya. (ina/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 15 November 2019 23:45 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Wisata Budaya Taneyan Lanjhang yang terletak di Dusun Buddagan I Desa Larangan Luar Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan semakin diminati wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Taneyan Lanjhang merupakan rum...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Senin, 18 November 2019 12:31 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*71. Yawma nad’uu kulla unaasin bi-imaamihim faman uutiya kitaabahu biyamiinihi faulaa-ika yaqrauuna kitaabahum walaa yuzhlamuuna fatiilaan.(Ingatlah), pada hari (ketika) Kami panggil setiap umat dengan pemimpi...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...