Rabu, 24 April 2019 05:48

Tolak Golput, PWNU Jatim Imbau Nahdliyin Pakai Baju Putih ke TPS

Senin, 15 April 2019 22:59 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M Didi Rosadi
Tolak Golput, PWNU Jatim Imbau Nahdliyin Pakai Baju Putih ke TPS
Pengurus PWNU Jatim menggelar jumpa pers untuk mengimbau warga NU menggunakan hak pilih pada Pemilu 17 April. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengimbau Nahdliyyin menggunakan hak suara pada Pemilu, Rabu 17 April mendatang. Imbauan itu disampaikan KH. Abdussalam Sochib, Wakil Ketua PWNU Jatim.

Pria yang akrab disapa Gus Salam itu juga mengimbau Nahdliyin agar datang ke tempat pemungutan suara (TPS) dengan mengenakan baju putih. Sebab, baju putih melambangkan hati yang bersih. Dengan begitu, pemimpin yang dipilih pun adalah pemimpin yang baik.

"Warga NU jangan golput, datang lah ke TPS dengan berbaju putih bersama keluarga. Jadikan pemilu ini ajang suka cita dalam memilih pemimpin," tutur Gus Salam, di kantor PWNU Jatim, Senin (15/4).

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif, Denanyar, Jombang ini meminta warga NU bersama pengurus NU di semua tingkatan agar melaksanakan Lailatul Ijtima pada Selasa (16/4). Lailatul Ijtima dilaksanakan di mushola, masjid, pesantren, dan kantor-kantor NU.

Gus Salam melanjutkan, pada hari H Pemilu tanggal 17 April 2019, Pengurus PWNU Jatim menginstruksikan warga NU agar melaksanakan salat Subuh berjamaah dan istighotsah. Hal itu dilakukan untuk mendoakan kesuksesan Pemilu 2019.

"Setelah salat Subuh tentunya warga NU berangkat ke TPS untuk melaksanakan hak pilihnya. Ajak keluarga dan tetangga, jangan golput," tandas Gus Salam.

Sementara itu, Wakil Ketua Rais Syuriah PWNU Jatim, KH. Agoes Ali Masyhuri mengajak seluruh warga negara Indonesia, khususnya warga Jatim agar menyukseskan Pemilu 2019. Pengasuh Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Sidoarjo ini mengingatkan agar semua pihak menjunjung asas pemilu yang bersih, jujur dan adil.

Ajakan itu disampaikan tokoh NU yang akrab disapa Gus Ali kepada pengguna hak pilih maupun penyelenggara Pemilu. Baik itu KPU dan jajaran KPPS. Maupun Bawaslu, DKPP serta Sentra Gakkumdu. Sebab dengan Pemilu yang jurdil, maka dihasilkan demokrasi yang bermartabat.

"Politik uang dan segala bentuk kecurangan harus ditolak. Karena itu semua akan merusak demokrasi dan menimbulkan cacat legitimasi bagi kepemimpinan ke depan," pungkas pria yang juga Dewan Penasehat GP Ansor Jatim ini. (mdr/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...