Selasa, 16 Juli 2019 16:05

Jelang Ujian Akhir, Siswa SD di Eks Lokalisasi Kremil Gelar Istighosah dan Basuh Kaki Ortu

Senin, 15 April 2019 11:59 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Devi
Jelang Ujian Akhir, Siswa SD di Eks Lokalisasi Kremil Gelar Istighosah dan Basuh Kaki Ortu
Para siswa membasuh kaki ayah atau ibu mereka yang turut hadir mendampingi anak di sekolah.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ritual unik dilakukan puluhan siswa SD Bina Karya, Jalan Tambak Asri 150A, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/4) pagi.

Sebelum pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang digelar Senin-Rabu, 22-24 April 2019, para siswa membasuh kaki ayah atau ibu mereka yang turut hadir mendampingi anak di sekolah. Ritual ini dipercaya akan memberi dukungan moral dan wujud dari meminta doa restu orang tua.

Sebelum ritual basuh kaki sang ayah atau ibu, para siswa dan jajaran guru setempat juga melaksanakan istighosah dan doa bersama.

“Kegiatan ini diharapkan anak-anak akan siap mental dan doa orangtua itu sangat diperlukan untuk kesuksesan anaknya, termasuk dalam menempuh pendidikan,” ujar Kepala SD Bina Karya, Dra. Sudarwati MM.

Tahun ini, ada 64 siswa kelas VI di SD Bina Karya yang akan mengikuti USBN. "Harapannya, semua lulus bagus sebagaimana hasil USBN tahun lalu yang lulus 100 persen. Dan selanjutnya, mereka bisa masuk ke sekolah negeri favorit yang diimpikan," kata Sudarwati yang sudah 28 tahun menjadi kepala sekolah di SD Bina Karya tersebut.

Tak hanya membasuh kaki, namun para siswa juga memijit kaki orangtua mereka masing-masing sembari mengeringkan kaki usai dibasuh. "Ini sebagai simbol bentuk terima kasih serta pengabdian seorang anak pada orangtuanya," terang Sudarwati yang juga tokoh masyarakat di wilayah dimana sekolah itu berdiri.

Yuliana (39), ibu dari Syahreza (12) menangis saat kakinya dibasuh. “Saya doakan, semoga kamu lulus dan bisa masuk ke SMP negeri nanti ya, nak,” katanya sambil mengelap air mata.

Senada dengan Yuliana, Anik (35) merasa sangat terharu saat Erdini anak pertamanya bersimpuh di depannya sambil membasuh kedua kakinya.

“Sebagai orangtua, saya juga merasa deg-degan. Tapi dengan acara ini, hati saya plong. Semoga nanti anak saya dapat menjawab semua ujiannya dan mendapatkan nilai yang bagus supaya bisa masuk sekolah negeri favorit,” ungkapnya.

Untuk diketahui, SD Bina Karya sendiri berlokasi di tengah-tengah kawasan eks Lokalisasi Tambak Asri yang lebih dikenal dengan nama Kremil, yang sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2013 lalu. (dev/dur)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...