JEMBER, BANGSAONLINE.com - Meski secara resmi ditutup, namun tak menyurutkan niat Kopka Asep untuk terus menyosialisasikan wawasan kebangsaan, hingga bela negara ke anak-anak di lokasi pasca TMMD Kabupaten Jember.
Sebagai seorang Babinsa, kata Asep, kegiatan itu merupakan tugas dan kewajiban yang harus ia lakukan di wilayah tugasnya.
BACA JUGA:
- Tinjau Layanan Warga, Kasdam V/Brawijaya Beri Penghargaan Usai Penutupan TMMD ke-124 di Jember
- Tutup TMMD ke-124 di Jember, Kasdam V/Brawijaya Ajak Jaga Hasil Pembangunan
- Satgas TMMD ke-110 Berikan Bantuan Modal dan Pemasaran ke Warga Harjomulyo Jember
- Jadi Jembatan Kesejahteraan Ekonomi Warga Desa Gunung Malang
“Wasbang dan bela negara yang sudah diterima oleh warga ketika TMMD beberapa waktu lalu, akan kita sosialisasikan,” kata dia di sela-sela kegiatan pembekalan berlangsung, Sabtu (30/3).
Namun, kata Asep, di sela-sela dirinya memberikan pembekalan, sering kali terdapat beberapa siswa yang mempertanyakan keberadaan Satgas TMMD yang beberapa waktu lalu, hampir setiap hari ikut serta mengajar di sekolahan itu.
“Ya ada pak beberapa siswa yang bertanya, ke mana bapak-bapak yang biasanya ke sini?” jelasnya.
Dengan nada yang humanis, Babinsa Desa Gunung Malang itupun menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh beberapa murid SDN 2 Gunung Malang tentang keberadaan para Satgas TMMD. “Gimana ya pak, namanya juga anak-anak. Apalagi, Satgas TMMD dengan pelajar di sini, sudah sangat akrab sekali,” tuturnya. (dev/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




