Senin, 25 Mei 2020 09:36

Demo, Papan Nama Disnakertrans Jember Diubah Pengunjuk Rasa jadi "Dinas Kurang Kerjaan"

Rabu, 27 Maret 2019 16:18 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Indrawan
Demo, Papan Nama Disnakertrans Jember Diubah Pengunjuk Rasa jadi "Dinas Kurang Kerjaan"
Para mahasiswa Unej yang tergabung dalam GMNI Fakum Hukum mengubah tulisan di papan nama Disnakretrans.

JEMBER, BANGSAONLINE.com - Puluhan Mahasiswa Universitas Negeri Jember (Unej) yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indoneaia (GMNI) Rayon Fakultas Hukum melakukan unjuk rasa ke kantor Disnakertrans Jember. Mereka berunjuk rasa karena kecewa dengan banyaknya persoalan ketenagakerjaan yang tidak direspons oleh OPD terkait.

Dalam aksinya, para pendemo meluapkan kekecewaannya dengan mengganti tulisan Dinas Tenaga Kerja di papan nama, menjadi "Dinas Kurang Kerjaan ".

Korlap aksi Rizaldi Abdillah kepada awak media mengaku kecewa dengan Disnakertrans lantaran tak menindaklanjuti sejumlah laporan masalah ketenagakerjaan. Salah satunya adalah laporan yang disampaikan pihaknya terkait persoalan mantan buruh PTPN XII yang sedang memperjuangkan haknya.

"PTPN XII Kebun Banjarsari yang notabene adalah BUMN sangat sulit untuk diajak koordinasi dengan tujuan agar ada titik temu dengan mantan buruh. Tapi nyatanya sampai hari ini tidak ada penyelesaian. Kami mengharap Dinas Tenaga Kerja serius melakukan pengawasan," kata Rizaldi saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Rabu (27/3) siang.

(Aksi para mahasiswa Unej yang tergabung dalam GMNI Fakum Hukum saat demo di kantor Disnakertrans Jember)

Selain para mahasiswa dari GMNI yang ikut dalam aksi unjuk rasa tersebut, juga ada 3 orang mantan buruh PTPN XII Banjarsari yang mewakili rekan-rekannya. "Total ada 7 mantan buruh yang tidak mendapatkan haknya dengan layak. Jadi harapan kami jangan sampai terulang lagi di perusahaan lainnya," tegas Rizaldi.

"Sehingga, kami mengritik kinerja Disnakertrans. Karena kami sudah menulis surat, tetapi tidak direspons. Kami juga telah menulis surat kepada perusahaan PTPN XII, tapi juga sama (tidak ada respon, red). Artinya mereka (PTPN) tidak mau membayarkan hak buruhnya," ungkapnya.

PTPN XII, lanjut Rizaldi, baru memberikan respons setelah beberapa kali dirinya berkirim surat. "Saat itu dijawab oleh Disnakertrans, pihaknya tidak memiliki jumlah data karyawan yang bekerja di sana (PTPN 12 Banjarsari). Lah terus yang diawasi apa? Padahal perusahaan BUMN itu sudah berdiri sejak lama," terangnya.

"Apalagi dipakai alasan, terkait berpindahnya wewenang dari Disnakertrans ke provinsi. Harusnya tidak seperti itu. Karena sejak kapan dipindah, harusnya ada data jumlah pekerja. Sehingga karena itu, kami kritik dengan mengganti tulisan Dinas Kurang Kerjaan itu," katanya .

Lebih jauh Rizaldi menyampaikan, terkait persoalan mantan buruh PTPN XII Banjarsari tersebut, pihaknya akan tetap mendampingi. "Nanti rencananya akan ada audiensi dengan memanggil pihak-pihak terkait. Maka akan kita kawal terus, agar buruh ini mendapat haknya," tandasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, salah seorang eks-buruh PTPN XII Banjarsari Rejo menyampaikan, dirinya sudah bekerja sebagai petugas keamanan selama 25 tahun.

"Tetapi tiba-tiba saya dipecat sepihak, alasan sudah tua. Tetapi saya tidak mendapat hak apapun. Hanya sarung, peci, dan baju koko itu saja. Gaji pun hanya terakhir Rp 1 juta, pesangon, hak BPJS Ketenagakerjaan juga tidak ada," pungkasnya. (yud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 23 Mei 2020 12:36 WIB
Oleh: Firman Syah AliSaat ini gelar Habib sedang populer di Indonesia karena beberapa peristiwa. Diantaranya Insiden Habib Umar Abdullah Assegaf Bangil dengan mobil sedan mewah Nopol N 1 B diduga melanggar peraturan pemerintah tentang pembatasan sosi...
Sabtu, 23 Mei 2020 23:28 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*21. Unzhur kayfa fadhdhalnaa ba’dhahum ‘alaa ba’dhin walal-aakhiratu akbaru darajaatin wa-akbaru tafdhiilaanPerhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan kehidupan ...
Rabu, 13 Mei 2020 11:23 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <&...