Bupati Blitar Rijanto memimpin prosesi pelantikan 620 pejabat.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Bupati Blitar Rijanto menegaskan tak ada jual beli jabatan dalam proses mutasi di lingkup Pemkab Blitar. Hal ini disampaikan bupati usai memutasi dan melantik sebanyak 620 aparatur sipil negara (ASN) di Pendopo Ronggo Hadi Negoro, Selasa (26/3/2019).
Pada kesempatan itu, dalam sambutanya Rijanto sempat menyinggung masalah jual beli jabatan. Dia meyakinkan jika Pemkab Blitar bersih dari praktik jual beli jabatan dalam proses pengisian jabatan.
BACA JUGA:
- PAD Kabupaten Blitar 2025 Hampir Capai Target, Dewan Soroti Retribusi
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Bupati Rijanto Apresiasi DPRD atas Pengesahan Enam Perda Strategis untuk Kemajuan Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Revitalisasi Lahan Eks Pasar Kanigoro Jadi Ruang Publik
"Masalah jual beli jabatan saya rasa tidak ada, kami yakin semua dijalankan sesuai prosedur yang ada. Bila ada yang dimintai oleh oknum-oknum tertentu, laporkan saya langsung," tegasnya.
Menurut dia, dilakukannya mutasi ASN di lingkup Pemkab Blitar sudah menjadi program Pemerintah Kabupaten Blitar. Agar ke depan terbangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan profesional. Dalam penataan jabatan ini, pihaknya tidak akan mengenal istilah balas budi, balas jasa, atau bahkan balas dendam.
620 ASN yang dilantik dan dimutasi di antaranya jabatan administrasi, fungsional, kepala sekolah, dan pejabat struktural eselon IIIA, IIIB, dan eselon IV.
"Alhamdulillah hari ini jumlah yang kita mutasi dan kita lantik cukup banyak, ada 620. Kita semua tahu banyak pegawai yang sudah masuk masa pensiun dan tempat yang ditinggalkan kosong. Jadi harus segera diisi agar semua berjalan lancar," ungkap Rijanto.
Sementara Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar, Mashudi mengatakan, 620 ASN yang dimutasi dan dilantik terdiri dari 353 jabatan administrasi, 72 jabatan fungsional, dan 195 jabatan kepala sekolah untuk SD dan SMP.
"Ini adalah salah satu upaya penyegaran yang sudah menjadi program Pemkab Blitar. Diharapkan nantinya mereka akan semakin maksimal menjalankan tugasnya di tempat yang baru," pungkas Mashudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




