Setelah Ratusan Tahun, Pertama Kali Pusaka Reog Ponorogo Dipertunjukkan dalam Kirab Pusaka di Jember

"Dengan adanya kirab pusaka reog serta kehadiran para seniman reog beserta para warog asli Ponorogo ke Jember ini sangat menggembirakan sekali. Faktanya tanggapan publik saat acara itu digelar meski sempat hujan sangat antusias hingga jalanan di Balung macet. Silaturahmi seniman ini mesti berlanjut terus," kata Suharto yang biasa dipanggil Mak Endon atau Mas Gendon.

Di sisi lain, Setyo Hadi, sejarawan yang saat ini getol meneliti dan menulis sejarah Sadeng-Jember yang juga Alumnus Universitas Indonesia itu memberikan tanggapan positif dengan rangkaian agenda seni warga Panoragan dan seniman reog asal Ponorogo, khususnya keberadaan Kirab Pusaka Reog yang baru pertama kali terjadi itu.

"Saya sungguh sangat menyesal tidak bisa hadir karena ada acara di Malang. Padahal peristiwa ini [Kirab Pusaka Reog asli Ponorogo] merupakan peristiwa langka, bahkan di Ponorogo saja belum pernah dilakukan. Sungguh peristiwa civil over yang menakjubkan dengan dibingkai silaturahim," kata Setyo Hadi.

Pimpinan rombongan seniman Reog Ponorogo, Langgeng Dwi menyatakan pihaknya awalnya sangat terkejut dengan adanya undangan dari warga Ponorogo yang ada di Jember.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: