Rabu, 01 April 2020 05:41

Tiga Warga Jenu Diduga Ditahan, Ratusan Warga Luruk Mapolres Tuban

Jumat, 22 Maret 2019 20:49 WIB
Editor: .
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tiga Warga Jenu Diduga Ditahan, Ratusan Warga Luruk Mapolres Tuban
Warga masih memadati halaman kantor Mapolres Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga dari enam desa di Kecamatan Jenu, yakni Desa Sumurgeneng, Remen, Mentoso, Wadung, Rawasan, dan Kaliuntu, meluruk Mapolres Tuban, Jumat (22/3).

Kedatangan warga untuk mempertanyakan 3 orang rekannya yang ditahan di Mapolres setempat saat hendak mengurus surat izin kegiatan.

Menurut keterangan dari salah satu warga, kejadian tersebut bermula saat warga hendak melangsungkan aksi tumpengan menolak kilang minyak. Rencananya, aksi itu digelar di sekitar PLTU. Namun, surat izin yang dilayangkan ke Polsek Jenu tidak mendapat jawaban. Pihak Polsek menyarankan agar izin itu diajukan langsung ke Polres Tuban.

"Pihak polsek tidak berani mengeluarkan izin dan diminta untuk ke Polres langsung," ujar Ahmad, perwakilan warga.

Selanjutnya, pada pukul 14.00 WIB dua orang perwakilan warga menuju ke Mapolres setempat untuk mengajukan surat izin. Namun, hingga saat ini kedua orang tersebut belum kembali ke desa, sehingga membuat warga murka dan menggeruduk Mapolres Tuban.

"Intinya kami semua di sini meminta mereka segera dikeluarkan dari Polres. Kalau tidak, kami akan tetap menunggu di sini," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain dua warga tersebut, juga ada salah satu warga dari Desa Wadung yang dijemput paksa oleh pihak polres tanpa ada surat pemberitahuan sebelumnya. Hal ini diketahui salah satu tetangga yang selanjutnya melaporkan kepada warga.

Sementara itu, Suwarto selaku Kuasa Hukum warga menjelaskan, jika ketiga warga itu tidak ditahan. Menurutnya, mereka hanya dimintai keterangan terkait pencabutan patok yang dipasang di tanah warga yang masuk ke dalam penlok pembangunan kilang minyak.

"Ketiganya dimintai keterangan terkait pencabutan patok yang dipasang oleh pihak Pertamina. Mereka ini mencabut patok yang dipasang di tanah mereka. Ini tidak menyalahi hukum karena tanah mereka dipasang patok tanpa sepengetahuan pemiliknya," ujar Mbah Warto.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Mbah Warto ini menegaskan, pencabutan patok tersebut dilakukan warga karena penlok masih dalam tahap persidangan. Sehingga tanah yang menjadi obyek sengketa tidak boleh diubah-ubah, harus dibiarkan seperti keadaan semula.

"Mereka ini memperjuangkan haknya, tindakan melawan hukum tidak memiliki hak perlindungan hukum," imbuhnya

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Tuban belum bisa untuk dimintai keterangan. Sementara puluhan warga masih menduduki halaman depan Mapolres untuk menuntut kawan mereka segera dikeluarkan. (gun)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...