Rabu, 24 April 2019 05:47

Kepala BKBPP Pacitan: Cegah Stunting dengan Perencanaan Keluarga

Kamis, 21 Maret 2019 13:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kepala BKBPP Pacitan: Cegah Stunting dengan Perencanaan Keluarga
Dr Hendra Purwaka, Kepala BKBPP Pacitan. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Perencanaan keluarga merupakan salah satu kunci untuk meminimalisir terjadinya kasus stunting terhadap anak. "Orang tua hebat merupakan pondasi terbentuknya generasi yang hebat dan terencana," ujar dr. Hendra Purwaka, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Pacitan, Kamis (21/3).

Menurut Hendra, stunting tak cukup dengan tindakan kuratif atau pengobatan. Namun bagaimana sedini mungkin kasus tersebut bisa dicegah dan ditangani. "Perencanaan hidup merupakan hal terpenting. Kapan kita ini sekolah, kapan kita bekerja, dan kapan kita menikah. Dengan konsep atau perencanaan tersebut tentu akan memahami konsep-konsep kesehatan reproduksi yang akan meminimalisir terjadinya kasus stunting," jelasnya.

Hendra menegaskan, bahwa kehamilan merupakan rahmat, bukan musibah. Kehamilan merupakan sebuah kebanggaan sehingga harus dijaga sebagai upaya pencegahan stunting. Sebab, periode emas anak adalah 1.000 hari sejak di dalam kandungan, atau hingga usia 2,5 tahun. Periode itulah yang harus diperhatikan, terutama dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan anak, guna pencegahan stunting.

"Sejak dari awal mengandung, seorang ibu harus mulai menjaga fisik dan psikologisnya. Begitu pun dengan suami," lanjut dia.

Hendra menerangkan, kenapa bangsa Yahudi dikenal memiliki tingkat kecerdasan sangat tinggi? Sebab sejak awal kehamilan, seorang ibu diberikan hak cuti untuk konsen dengan kehamilannya hingga masa persalinan. Negara pun menjamin kehidupan mereka selama masa cuti. Di situlah seorang ibu akan merangsang janinnya dengan musik, belajar matematika, dan sebagainya.

"Bahkan untuk konsumsi makanan saja sudah diatur cermat. Seperti ikan laut misalnya. Mereka tak akan memakan kepala dan ekor. Namun tubuh ikan dan daging berwarna putih yang akan dikonsumsi. Ini yang berdampak terhadap perkembangan janin hingga terlahir sebagai seorang bayi yang sehat dengan tingkat kecerdasan tinggi," tandas dokter yang pernah mengikuti tugas belajar di Los Angeles, Amerika Serikat ini. (yun/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...