Minggu, 20 Oktober 2019 08:42

Kepala BKBPP Pacitan: Cegah Stunting dengan Perencanaan Keluarga

Kamis, 21 Maret 2019 13:12 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Kepala BKBPP Pacitan: Cegah Stunting dengan Perencanaan Keluarga
Dr Hendra Purwaka, Kepala BKBPP Pacitan. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Perencanaan keluarga merupakan salah satu kunci untuk meminimalisir terjadinya kasus stunting terhadap anak. "Orang tua hebat merupakan pondasi terbentuknya generasi yang hebat dan terencana," ujar dr. Hendra Purwaka, Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Pacitan, Kamis (21/3).

Menurut Hendra, stunting tak cukup dengan tindakan kuratif atau pengobatan. Namun bagaimana sedini mungkin kasus tersebut bisa dicegah dan ditangani. "Perencanaan hidup merupakan hal terpenting. Kapan kita ini sekolah, kapan kita bekerja, dan kapan kita menikah. Dengan konsep atau perencanaan tersebut tentu akan memahami konsep-konsep kesehatan reproduksi yang akan meminimalisir terjadinya kasus stunting," jelasnya.

Hendra menegaskan, bahwa kehamilan merupakan rahmat, bukan musibah. Kehamilan merupakan sebuah kebanggaan sehingga harus dijaga sebagai upaya pencegahan stunting. Sebab, periode emas anak adalah 1.000 hari sejak di dalam kandungan, atau hingga usia 2,5 tahun. Periode itulah yang harus diperhatikan, terutama dalam pemenuhan gizi ibu hamil dan anak, guna pencegahan stunting.

"Sejak dari awal mengandung, seorang ibu harus mulai menjaga fisik dan psikologisnya. Begitu pun dengan suami," lanjut dia.

Hendra menerangkan, kenapa bangsa Yahudi dikenal memiliki tingkat kecerdasan sangat tinggi? Sebab sejak awal kehamilan, seorang ibu diberikan hak cuti untuk konsen dengan kehamilannya hingga masa persalinan. Negara pun menjamin kehidupan mereka selama masa cuti. Di situlah seorang ibu akan merangsang janinnya dengan musik, belajar matematika, dan sebagainya.

"Bahkan untuk konsumsi makanan saja sudah diatur cermat. Seperti ikan laut misalnya. Mereka tak akan memakan kepala dan ekor. Namun tubuh ikan dan daging berwarna putih yang akan dikonsumsi. Ini yang berdampak terhadap perkembangan janin hingga terlahir sebagai seorang bayi yang sehat dengan tingkat kecerdasan tinggi," tandas dokter yang pernah mengikuti tugas belajar di Los Angeles, Amerika Serikat ini. (yun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri Makmun*Fenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik di kalangan artis, publik figur, maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh netizen ...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...