Senin, 22 Juli 2019 09:43

Wawali Malang Sambut Positif Bahasa Jawa Diterapkan di Sekolah

Selasa, 19 Maret 2019 16:49 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Wawali Malang Sambut Positif Bahasa Jawa Diterapkan di Sekolah
Dra Zubaidah MM Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, saat melaporkan kegiatan Bimtek di Hadapan Wawali Kota Malang Sofyan Edi J, di aula Diknas, Selasa (19/3). Foto: IWAN IRAWAN/BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menyambut positif penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan bahasa Jawa di Kota Malang. Namun, ia menyarankan agar penerapan Bahasa Jawa dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan di sekolah.

"Satu contoh, orang tua bersama putra putrinya melaksanakan giat sosial atau belanja ke pasar, menggunakan bahasa Jawa yang bagus (kromo). Dikemas ke dalam video vlog, lanjut diunggah ke media sosial atau Youtube. Bagian dari pelestarian budaya dan bahasa Jawa," demikian ditegaskan Bung Edi, sapaan Wawali Kota Malang.

Arahan tersebut diutarakan wawali saat membuka bimtek bahasa Jawa kepada 275 guru kelas tingkat Sekolah Dasar selama dua hari, di aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Selasa (19/03).

Wawali juga meminta perlunya penerapan penggunaan bahasa dan adat Jawa di lingkungan sekolah. "Bisa seminggu atau sebulan sekali untuk giat prakteknya, namun tergantung kesepakatan bersama," jelasnya.

Wawali juga meminta warga Kota Malang khususnya para guru, semakin sering memakai baju adat dan bahasa jawa. "Pakai baju adat Jawa serasa semakin adem dan sedap dipandang mata," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menandaskan, bimtek ini untuk memperkuat pendidikan karakter lewat budaya dan bahasa Jawa anak didik maupun para guru. "Nantinya bisa mengimbas kepada orang tua dan lainnya," tandasnya.

"Saat ini Diknas akan membahas kesepakatan bersama tersebut bersama pihak sekolah, jika sudah clear baru membuat surat edaran. Terpenting, sudah bisa mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Malang," cetusnya.

Menurut Zubaidah, bahasa jawa secara tidak langsung menurunkan emosi seseorang. "Jika seseorang ingin marah, manakala memakai bahasa jawa kromo, saya yakin gak jadi marah, sebaliknya menjadi ketawa dan guyon," pungkasnya. (iwa/thu/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...