Kamis, 19 September 2019 10:16

Wawali Malang Sambut Positif Bahasa Jawa Diterapkan di Sekolah

Selasa, 19 Maret 2019 16:49 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Iwan Irawan
Wawali Malang Sambut Positif Bahasa Jawa Diterapkan di Sekolah
Dra Zubaidah MM Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, saat melaporkan kegiatan Bimtek di Hadapan Wawali Kota Malang Sofyan Edi J, di aula Diknas, Selasa (19/3). Foto: IWAN IRAWAN/BANGSAONLINE

MALANG, BANGSAONLINE.com - Wakil Wali Kota Malang Ir H Sofyan Edi Jarwoko, menyambut positif penguatan pendidikan karakter melalui budaya dan bahasa Jawa di Kota Malang. Namun, ia menyarankan agar penerapan Bahasa Jawa dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan di sekolah.

"Satu contoh, orang tua bersama putra putrinya melaksanakan giat sosial atau belanja ke pasar, menggunakan bahasa Jawa yang bagus (kromo). Dikemas ke dalam video vlog, lanjut diunggah ke media sosial atau Youtube. Bagian dari pelestarian budaya dan bahasa Jawa," demikian ditegaskan Bung Edi, sapaan Wawali Kota Malang.

Arahan tersebut diutarakan wawali saat membuka bimtek bahasa Jawa kepada 275 guru kelas tingkat Sekolah Dasar selama dua hari, di aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Selasa (19/03).

Wawali juga meminta perlunya penerapan penggunaan bahasa dan adat Jawa di lingkungan sekolah. "Bisa seminggu atau sebulan sekali untuk giat prakteknya, namun tergantung kesepakatan bersama," jelasnya.

Wawali juga meminta warga Kota Malang khususnya para guru, semakin sering memakai baju adat dan bahasa jawa. "Pakai baju adat Jawa serasa semakin adem dan sedap dipandang mata," tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Dra Zubaidah MM menandaskan, bimtek ini untuk memperkuat pendidikan karakter lewat budaya dan bahasa Jawa anak didik maupun para guru. "Nantinya bisa mengimbas kepada orang tua dan lainnya," tandasnya.

"Saat ini Diknas akan membahas kesepakatan bersama tersebut bersama pihak sekolah, jika sudah clear baru membuat surat edaran. Terpenting, sudah bisa mendapatkan lampu hijau dari Pemkot Malang," cetusnya.

Menurut Zubaidah, bahasa jawa secara tidak langsung menurunkan emosi seseorang. "Jika seseorang ingin marah, manakala memakai bahasa jawa kromo, saya yakin gak jadi marah, sebaliknya menjadi ketawa dan guyon," pungkasnya. (iwa/thu/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...