Minggu, 26 Mei 2019 23:08

Petrokimia Gresik Dukung Kementan Dalam Penggunaan Pupuk Organik

Jumat, 15 Maret 2019 17:19 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Petrokimia Gresik Dukung Kementan Dalam Penggunaan Pupuk Organik
Dirut PG Rahmad Pribadi (tengah) memetik bawang hasil demplot Pemupukan Berimbang di Bengkulu, beberapa waktu lalu.

GRESIK, BANGSAONLINE.com - PT. Petrokimia Gresik (PG), produsen pupuk anak usaha PT. Pupuk Indonesia (Persero) mendukung upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam hal peningkatan kualitas pupuk organik dan mendorong petani untuk menggunakan pupuk organik dalam budidaya pertanian.

Hal ini disampaikan oleh Manager Humas PG Muhammad Ihwan yang menyebutkan bahwa PG mendukung perbaharuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) No. 70 Tahun 2011 menjadi Permentan No. 01 Tahun 2019 tentang Pendaftaran Pupuk Organik, Pupuk Hayati, dan Pembenah Tanah.

"Ini merupakan sebuah langkah strategis yang patut kita dukung bersama dalam hal peningkatan kualitas pupuk organik serta menggugah kembali kesadaran petani untuk meningkatkan penggunaan pupuk organik demi keberlanjutan pertanian dalam jangka panjang," ujar Ihwan di Gresik, Jumat (14/3).

Sebelumnya, berdasarkan sensus pertanian Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, diketahui bahwa hanya 13,5 persen petani Indonesia yang menggunakan pupuk organik. Selebihnya masih bergantung pada pupuk anorganik.

Sementara Direktur Pupuk dan Pestisida Kementan Muhrizal Sarwani, dalam keterangan pers beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa penggunaan pupuk organik oleh petani terus meningkat.

Hal ini terlihat dari data serapan pupuk organik Petroganik yang terealisasi sebesar 700 ribu ton per tahun dalam tiga tahun terakhir (2016-2018). "Artinya, kesadaran petani sudah mulai besar, namun masih perlu terus ditingkatkan," jelas Ihwan.

Lebih lanjut Ihwan menyatakan bahwa pupuk organik Petroganik telah mendapat kepercayaan pemerintah sejak tahun 2008 sebagai pupuk bersubsidi. Hal ini berkat proses produksi dan kualitas yang terjaga dan memenuhi standar pemerintah.

Untuk itu, terkait adanya perbaharuan Permentan, Ihwan mennyebutkan PG siap menyesuaikan pupuk Petroganik dengan spek teknis terbaru yang ditetapkan oleh pemerintah.

Pupuk organik Petroganik, lanjut Ihwan, telah dikembangkan sejak tahun 2004, sebagai respon atas hasil penelitian Pusat Tanah dan Agroklimat Bogor (2003) yang menyebutkan bahwa sebagian besar tanah pertanian di Indonesia mengandung kadar C-organik di bawah 2 persen. Sementara tanah yang sehat minimal mengandung kadar C-organik sebesar 5 persen.

"Sedangkan Petroganik mengandung kadar C-organik sebesar 12,5 persen, sehingga ia mampu memperbaiki sifat fisik, kimia, dan struktur tanah, sehingga tanah menjadi sehat dan siap untuk diolah dalam budidaya pertanian," urai Ihwan.

Ihwan menambahkan bahwa jika tanah sehat maka penggunaan pupuk anorganik bisa lebih efisien. Penggunaan pupuk organik juga merupakan upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Untuk itulah, pihaknya sangat merekomendasikan pemupukan berimbang, yaitu kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik. "Pupuk organik berfungsi untuk memperbaiki atau meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan pupuk anorganik untuk memenuhi unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Jadi kedua jenis pupuk ini saling melengkapi," terang Ihwan.

Adapun peran PG dalam mempromosikan pupuk organik adalah melalui kampanye pemupukan berimbang 5:3:2, yaitu 500 kg pupuk organik Petroganik, 300 kg pupuk NPK Phonska, dan 200 kg pupuk Urea untuk setiap satu hektar lahan sawah.

PG juga masih memiliki rekomendasi pemupukan berimbang untuk komoditas pertanian lainnya.

Pemupukan berimbang ini disampaikan dalam setiap program penyuluhan di mana pada tahun 2018 PG telah melakukan 448 demonstration plot (demplot) berbagai komoditas pangan dan 1.000 lebih kegiatan sosialisasi di seluruh Indonesia.

PG juga memiliki 4 unit Mobil Uji Tanah yang membantu petani dalam menguji tingkat kesuburan tanah agar didapat rekomendasi pemupukan yang tepat. Mobil ini beroperasi di 5 provinsi sentra pangan nasional seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami telah menguji efektivitas pola pemupukan berimbang ke berbagai daerah selama kurang lebih 10 tahun terakhir dan terbukti mampu meningkatkan produktivtas tanaman. Untuk padi peningkatan produktivitasnya mencapai 1-2 ton per hektar, " katanya.

Ihwan berharap pemakaian pupuk organik perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal penyampaian informasi yang tepat mengenai fungsi dan manfaat pupuk organik dalam budidaya pertanian.

Berbagai upaya yang dilakukan PG merupakan bentuk transformasi bisnis perusahaan sebagai produsen pupuk untuk solusi agroindustri, yaitu sebagai perusahaan yang tidak sekedar menawarkan produk, melainkan memberikan solusi bagi sektor pertanian dan agroindustri.

"Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi menjaga lingkungan sekaligus kelestarian alam demi keberlanjutan pertanian atau sustainable agriculture di Indonesia," pungkas Ihwan. (hud/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...