Senin, 27 Mei 2019 03:08

Pembangunan Kilang Memasuki Tahap Awal, Pertamina Latih 111 Pekerja Lokal

Jumat, 15 Maret 2019 16:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pembangunan Kilang Memasuki Tahap Awal, Pertamina Latih 111 Pekerja Lokal
Pembukaan pelatihan kerja lokal.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki tahap awal pengerjaan kilang Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, PT Pertamina (Persero) menggelar Pelatihan Tenaga Kerja sebagai Land Clearing atau pekerja tahap awal di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban, Jumat, (15/3).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 111 orang tenaga kerja lokal yang merupakan warga ring 1 dari lima desa di Kecamatan Jenu, yang menjadi lokasi tempat pembangunan Kilang GRR Tuban.

Vice President (VP) Projek HSSE MP2 Pertamina, Sahadi mengatakan, pekerja tahap awal GRR ini akan mengikuti pelatihan selama 12 hingga 14 hari, sesuai spesifikasi bidang pekerjaannya.

"Setelah pelatihan selesai, mereka nanti akan langsung bekerja di proyek Pertamina kilang GRR Tuban. Khusus hal ini diutamakan penyerapan tenaga lokal," katanya.

Menurut Sahadi, keberadaan Pertamina di Kabupaten Tuban dipastikan akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar kikang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.

"Intinya kita didik langsung siap kerja. Kalau sudah dididik tidak bekerja malah kasihan nanti," katanya.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda memberikan apresiasi kepada pihak Pertamina yang telah mengadakan pelatihan dan mengutamakan warga lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut sesuai dengan keinginan Pemkab Tuban yang mengharapkan kehadiaran Investor, namun mengutamakan tenaga kerja lokal, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Investor di Tuban harus memperkerjakan warga terdampak. Jangan sampai warga Tuban hanya menjadi penonton, tapi harus jadi pelaku," tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengimbau agar masyarakat yang belum mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pekerja GRR Tuban oleh Petamina untuk bisa lebih bersabar, mengingat setiap tahapan semua ada proses yang harus dilalui.

“Kita prioritaskan untuk warga ring satu dari desa yang ditempati kilang, meskipun tidak menutup kemungkinan akan diambilkan dari wilayah lainnya karena kalau hanya warga sekitar saja tidak mencukupi kebutuhan. Tidak ada alasan lagi tenaga kerja yang tidak berkompeten. Namun, semua harus disesuaikan dengan potensi masing-masing,” pungkasnya. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...