Selasa, 26 Maret 2019 18:15

Pembangunan Kilang Memasuki Tahap Awal, Pertamina Latih 111 Pekerja Lokal

Jumat, 15 Maret 2019 16:57 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pembangunan Kilang Memasuki Tahap Awal, Pertamina Latih 111 Pekerja Lokal
Pembukaan pelatihan kerja lokal.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Memasuki tahap awal pengerjaan kilang Grass Root Refinery (GRR) di Tuban, PT Pertamina (Persero) menggelar Pelatihan Tenaga Kerja sebagai Land Clearing atau pekerja tahap awal di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tuban, Jumat, (15/3).

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 111 orang tenaga kerja lokal yang merupakan warga ring 1 dari lima desa di Kecamatan Jenu, yang menjadi lokasi tempat pembangunan Kilang GRR Tuban.

Vice President (VP) Projek HSSE MP2 Pertamina, Sahadi mengatakan, pekerja tahap awal GRR ini akan mengikuti pelatihan selama 12 hingga 14 hari, sesuai spesifikasi bidang pekerjaannya.

"Setelah pelatihan selesai, mereka nanti akan langsung bekerja di proyek Pertamina kilang GRR Tuban. Khusus hal ini diutamakan penyerapan tenaga lokal," katanya.

Menurut Sahadi, keberadaan Pertamina di Kabupaten Tuban dipastikan akan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar kikang. Hal tersebut dimaksudkan untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.

"Intinya kita didik langsung siap kerja. Kalau sudah dididik tidak bekerja malah kasihan nanti," katanya.

Sementara itu, Bupati Tuban Fathul Huda memberikan apresiasi kepada pihak Pertamina yang telah mengadakan pelatihan dan mengutamakan warga lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut sesuai dengan keinginan Pemkab Tuban yang mengharapkan kehadiaran Investor, namun mengutamakan tenaga kerja lokal, sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Investor di Tuban harus memperkerjakan warga terdampak. Jangan sampai warga Tuban hanya menjadi penonton, tapi harus jadi pelaku," tutur Bupati.

Lebih lanjut, Bupati mengimbau agar masyarakat yang belum mendapat kesempatan mengikuti pelatihan pekerja GRR Tuban oleh Petamina untuk bisa lebih bersabar, mengingat setiap tahapan semua ada proses yang harus dilalui.

“Kita prioritaskan untuk warga ring satu dari desa yang ditempati kilang, meskipun tidak menutup kemungkinan akan diambilkan dari wilayah lainnya karena kalau hanya warga sekitar saja tidak mencukupi kebutuhan. Tidak ada alasan lagi tenaga kerja yang tidak berkompeten. Namun, semua harus disesuaikan dengan potensi masing-masing,” pungkasnya. (gun/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...