Rabu, 20 Maret 2019 17:19

Menumpuk Sampai Puluhan Ribu Ton, Petani Garam di Pamekasan Mulai Bingung Jualnya

Selasa, 12 Maret 2019 20:13 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Erry Sugianto
Menumpuk Sampai Puluhan Ribu Ton, Petani Garam di Pamekasan Mulai Bingung Jualnya
Salah satu petani garam yang menumpuk garamnya.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan ribu ton garam petani di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur belum terserap oleh PT Garam. Hal tersebut diungkapkan Samsul, salah seorang petani garam. Ia mengatakan, stok garam petani masih menumpuk di gudang karena tidak terserap oleh PT Garam.

"Petani yang ada di Pamekasan ini sudah panen, namun sampai saat ini garamnya masih numpuk di gudang," keluh Samsul, warga Desa Modung, Selasa (12/04/19).

Samsul menambahkan, lemahnya serapan oleh PT Garam membuat petani merugi dan bingung harus menjual garamnya. "Kita bingung harus menjual garam ke mana, padahal sudah akan memasuki panen lagi," tuturnya.

Ia juga menyebutkan bahwa harga garam saat ini berkisar Rp 800 - Rp 1.000 per kilogram. Dengan rincian untuk garam K2 dengan harga Rp 800 dan K1 sekitar Rp 1.000.

"Padahal garam saat ini kualitasnya cukup bagus dan memenuhi standart produksi," ujar Samsul sambil menunjukan garamnya yang sampai saat ini belum laku.

Basri, salah satu aktifis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai bahwa pemerintah seharusnya tidak hanya memikirkan produksi garam, melainkan serapan garam juga harus dipikirkan supaya petani tidak dirugikan.

"Ini harganya sudah anjlok, garam tidak terserap, malah impor garam yang dilakukan, aneh kan?" ucap Basri yang juga merupakan pengurus HMI Jatim.

Menurutnya, penyerapan dan pengendapan garam milik petani tidak akan pernah selesai ketika pemerintah lemah dalam mengambil kebijakan. "Pemerintah harus lebih bijak, kalau perlu tegur PT Garam agar maksimal dalam melakukan penyerapan garam rakyat," tegas Basri.

Pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Pamekasan untuk melakukan audensi terkait hal tersebut.

Saat ini banyak tumpukan garam di beberapa gudang milik petani di Desa Mondung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan yang sudah penuh. Bahkan sebagian tumpukan garam berada di luar gudang yang hanya ditutupi terpal oleh para petani garam. (err/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...