Salah satu perkampungan yang terdampak banjir.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Bojonegoro dan Lamongan membuat air Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, sebanyak 9 Desa di wilayah Kecamatan Laren, Babat, dan Maduran tergenang air.
Berdasarkan data BPBD Lamongan, Kecamatan Laren menjadi yang paling banyak terkena dampak, yakni tujuh desa. Sementara dua desa lainnya di wilayah Kecamatan Babat dan Maduran.
BACA JUGA:
- Pemkab Lamongan Salurkan 54 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
- Banjir Luapan Bengawan Jero Lamongan Mulai Surut, Sejumlah Jalan Alami Kerusakan
- Sempat Surut, Banjir Bengawan Jero Kembali Genang Permukiman Warga Lamongan
- Jarang Banjir, Puluhan Rumah di Moropelang Lamongan Terendam Air Luapan Sungai
Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin menjelaskan, bahwa sampai saat ini debit aliran sungai dari hulu ke hilir masih cukup tinggi, dan bahkan terus mengalami peningkatan. Masyarakat diminta untuk terus waspada dan siaga, karena dikhawatirkan air naik tengah malam, ketika dalam posisi tidur.
"Ketinggiannya beragam ada yang 30 cm, ada 40 cm, sampai 70 cm lebih. Petugas saat ini sedang membangun tenda-tenda untuk mengantisipasi terjadinya luapan yang semakin besar," tegas Muslimin, Jum'at (8/3) .
Dikatakan Muslimin, pihaknya terus melakukan tindakan cepat ke lapangan, berkoordinasi dengan Dinas (OPD) terkait untuk penanganan lebih lanjut.
"Selain itu, kami terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Monitoring terus dilaksanakan dan apabila ada perkembangan atau kejadian menonjol akan segera dilaporkan," pungkasnya. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




