Kamis, 14 November 2019 17:55

Situs Purbakala Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Lokasi Pembangunan Tol Mapan

Kamis, 07 Maret 2019 21:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Situs Purbakala Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Lokasi Pembangunan Tol Mapan
Dwi Cahyono, sejarawan Kota Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Jejak struktur bangunan zaman Kerajaan Majapahit ditemukan warga saat pengerukan tanah yang akan dibangun jalan tol Malang - Pandaan (Mapan).

Struktur bangunan tersebut ditemukan di bawah tanah di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, oleh penggali tanah bernama Supriyanto warga Desa Sekarpuro. Temuan ini menjadi perhatian warga sekitar, karena sudah viral di media sosial, sehingga banyak warga masyarakat yang ingin mengetahui lebih dekat atas temuan bangunan peninggalan sejarah tersebut.

Barang-barang kuno yang berhasil ditemukan di lokasi tersebut antara lain berupa, guci, batu bata, kuno, uang koin kuno. "Kuat dugaan bahwa di kawasan ini dulunya merupakan bekas pemukiman orang kaya kelas menengah ke atas pada abad 10 hingga abad 15 lampau," ungkap Dwi Cahyono sejarawan Kota Malang.

Diperkirakan, lanjut Dwi, di kawasan ini pernah terdapat pemukiman lintas zaman, dimulai dari Empu Sendok (Mataram), Singhasari, hingga zaman Majapahit. Selain itu, tinggalan sejarah yang masih tampak berupa sisa struktur bangunan kuno untuk tempat tinggal warga.

"Area tinggalan bangunan kuno ini berada di lokasi strategis, yakni di sisi utara gunung Buring dan di sebelah barat terdapat sungai Amprong," terangnya, Kamis (7/3).

Sejarawan Kota Malang itu menilai struktur bangunan yang ditemukan merupakan sebuah tangga rumah tempat tinggal. Model batu bata yang digunakan mirip dengan bangunan pada masa kerajaan Majapahit.

Ia berharap struktur yang ditemukan ini ditindaklanjuti dengan melakukan eksavasi. Menurutnya, keberadaan jejak kekayaan peradaban di sekitar lokasi pembangunan jalan tol ini sebenarnya masih bisa diselamatkan. "Salah satu caranya, bisa saja situsnya dieksavasi, kemudian dibuatkan semacam rest area di lokasi tersebut," katanya.

"Hal itu masih bisa dilakukan karena sebaran tinggalan barang kuno seperti batu bata masih bisa ditemukan, bahkan diduga tidak tertimbun terlalu dalam, karena proses erosi akibat longsor bertahun tahun," pungkas dia. (thu/rev)

Badai Kembali Terjang Ngawi, Panggung dan Tenda untuk Lomba Panahan di Alun-alun Porak Poranda
Sabtu, 09 November 2019 00:05 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Hujan disertai angin kencang kembali memporak-porandakan Kabupaten Ngawi, Jumat (8/11) sore. Kali ini badai angin menerjang wilayah alun-alun dan sekitarnya, yang kebetulan sedang digelar lomba panahan....
Selasa, 05 November 2019 19:40 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Taman Mozaik yang berada di Jalan Wiyung Praja Surabaya ini menambah rentetan panjang destinasi wisata taman aktif di Surabaya. Lahan yang sebelumnya rawa-rawa itu disulap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjadi taman y...
Rabu, 06 November 2019 12:44 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan*Para elit NU struktural tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika Presiden Joko Widodo mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019 lalu. Kekecewaan itu dieskpresikan secara terbuka oleh Wakil Ketua PB...
Kamis, 14 November 2019 13:45 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...