Senin, 22 Juli 2019 09:37

Situs Purbakala Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Lokasi Pembangunan Tol Mapan

Kamis, 07 Maret 2019 21:25 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Tuhu Priyono
Situs Purbakala Diduga Peninggalan Kerajaan Majapahit Ditemukan di Lokasi Pembangunan Tol Mapan
Dwi Cahyono, sejarawan Kota Malang.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Jejak struktur bangunan zaman Kerajaan Majapahit ditemukan warga saat pengerukan tanah yang akan dibangun jalan tol Malang - Pandaan (Mapan).

Struktur bangunan tersebut ditemukan di bawah tanah di Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, oleh penggali tanah bernama Supriyanto warga Desa Sekarpuro. Temuan ini menjadi perhatian warga sekitar, karena sudah viral di media sosial, sehingga banyak warga masyarakat yang ingin mengetahui lebih dekat atas temuan bangunan peninggalan sejarah tersebut.

Barang-barang kuno yang berhasil ditemukan di lokasi tersebut antara lain berupa, guci, batu bata, kuno, uang koin kuno. "Kuat dugaan bahwa di kawasan ini dulunya merupakan bekas pemukiman orang kaya kelas menengah ke atas pada abad 10 hingga abad 15 lampau," ungkap Dwi Cahyono sejarawan Kota Malang.

Diperkirakan, lanjut Dwi, di kawasan ini pernah terdapat pemukiman lintas zaman, dimulai dari Empu Sendok (Mataram), Singhasari, hingga zaman Majapahit. Selain itu, tinggalan sejarah yang masih tampak berupa sisa struktur bangunan kuno untuk tempat tinggal warga.

"Area tinggalan bangunan kuno ini berada di lokasi strategis, yakni di sisi utara gunung Buring dan di sebelah barat terdapat sungai Amprong," terangnya, Kamis (7/3).

Sejarawan Kota Malang itu menilai struktur bangunan yang ditemukan merupakan sebuah tangga rumah tempat tinggal. Model batu bata yang digunakan mirip dengan bangunan pada masa kerajaan Majapahit.

Ia berharap struktur yang ditemukan ini ditindaklanjuti dengan melakukan eksavasi. Menurutnya, keberadaan jejak kekayaan peradaban di sekitar lokasi pembangunan jalan tol ini sebenarnya masih bisa diselamatkan. "Salah satu caranya, bisa saja situsnya dieksavasi, kemudian dibuatkan semacam rest area di lokasi tersebut," katanya.

"Hal itu masih bisa dilakukan karena sebaran tinggalan barang kuno seperti batu bata masih bisa ditemukan, bahkan diduga tidak tertimbun terlalu dalam, karena proses erosi akibat longsor bertahun tahun," pungkas dia. (thu/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...