Rabu, 17 Juli 2019 14:40

3.518 Jiwa Mengungsi, Bupati Madiun Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir

Kamis, 07 Maret 2019 19:55 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
3.518 Jiwa Mengungsi, Bupati Madiun Tetapkan Status Darurat Bencana Banjir
Khofifah bersama Bupati Madiun Ahmad Dawami saat mengunjungi posko Banjir di Balai Desa Garon.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Bencana banjir di Kabupaten Madiun terjadi sejak Selasa malam (5/4). Tiga titik tanggul yang ada di Desa Balerojo retak dan jebol setelah kawasan tersebut diguyur hujan sejak sehari sebelumnya. 

Akibatnya, Sungai Jerowan yang merupakan anak Kali Madiun, meluap. Dengan kejadian tersebut Bupati Madiun Ahmad Dawami menandatangani Surat Keputusan status darurat bencana banjir mulai tanggal 6-19 Maret 2019. 

Dengan ditetapkannya status darurat bencana banjir pada Rabu (6/3) kemarin, maka biaya yang timbul untuk penanganan bencana tersebut akan ditanggung oleh APBD Kabupaten Madiun.

Areal yang terdampak banjir di Kabupaten Madiun meluas hingga 35 desa di tujuh kecamatan. Total warga yang mengungsi mencapai 3.518 jiwa.

Bupati Madiun, Ahmad Dawami membenarkan data sementara yang menempel di papan informasi posko utama penanganan banjir. Total rumah yang terdampak mencapai 3.639 unit. Sementara total pengungsi mencapai 3.518 jiwa. Termasuk korban yang mengungsi di rumah warga.

Bupati yang akrab disapa Kaji Mbing menambahkan, pihaknya masih fokus pada proses penyelamatan atau evakuasi korban.

"Kita terfokus penyelamatan evakuasi korban dulu. Di samping itu sudah kita lakukan upaya penanganan korban yang mengungsi dengan tim medis di masing-masing puskesmas siaga," kata Ahmad Dawami saat memantau posko banjir di Kantor Balai Desa Garon, Kamis (7/3/2019).

Banjir terus meluas hingga melanda 35 desa di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Pilangkenceng, Saradan, Balerejo, Wungu, Mejayan, Wonoasri dan Madiun. Wilayah Balerejo, Saradan, dan Pilangkenceng merupakan daerah yang cukup parah terdampak bencana alam tersebut.

Kamis pagi, banjir terpantau sudah mulai menyusut. Meski demikian, masih terdapat genangan di sejumlah titik dengan ketinggian air bervariasi. Warga diminta tetap waspada, karena curah hujan diperkirakan masih cukup tinggi.

Sementara itu, sejumlah bantuan logistik untuk korban banjir di Kabupaten Madiun mulai berdatangan. Bantuan tersebut selain dari Pemkab Madiun juga dari relawan dan komunitas. (hen/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...