Senin, 23 September 2019 08:48

Kerugian Negara Tidak Dikembalikan, Kasus Korupsi Dana Desa Tanjung Pecinan Tetap Lanjut

Selasa, 19 Februari 2019 13:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Mursidi
Kerugian Negara Tidak Dikembalikan, Kasus Korupsi Dana Desa Tanjung Pecinan Tetap Lanjut
Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Masykur.

SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran terus diproses. Pasalnya, Kepala Desa Tanjung Pecinan, Hamizun tidak kunjung mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 315 juta.

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Masykur mengatakan, bahwa Kepala Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran sampai saat ini tidak pernah mengembalian kerugian keuangan negara DD Desa yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Kasusnya terus kita lanjutkan. Sampai saat ini tidak ada pengembalian kerugian keuangan negara DD Tahun 2018 sebesar Rp 315 juta yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata AKP Masykur, Selasa (19/2).

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, Hamizun, sempat berjanji bahwa sebagai bentuk tanggungjawab, pihaknya akan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 315 juta pada Hari Senin (11/2) lalu. Namun sampai saat, ini kerugian negara tersebut belum dikembalikan.

Dugaan Korupsi penyalahgunaan pengelolaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2018 yang melibatkan oknum Kepala Desa (Kades) Tanjung Pecinan, Hamizun, mulai masuk ke tahap penyidikan di Mapolres Situbondo, Jumat (8/2).

Dimulainya proses penyidikan dilakukan, setelah aparat penegak hukum mendapat laporan hasil audit khusus dari kantor Inspektorat Kabupaten Situbondo yang mendapatkan adanya kerugian keuangan negara hingga ratusan juta rupiah yang diduga dipergunakan untuk kepentingan pribadi Kades.

Menurut Kasatreskrim Polres Situbondo, dugaan kerugian keuangan negara yang dipergunakan secara pribadi oleh oknum Kades sekitar Rp 315.000.000,- dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Di mana dana tersebut semestinya dipergukan untuk pembangunan desa sebagaimana tercantum pada APBdes.

“Hasil Audit Inspektorat, anggaran DD Tahun 2018 yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh Kedes Tanjung Pecinan, Kecamatan Mangaran, sekitar Rp 315.000.000. Semestinya itu untuk kepentingan pembangunan desanya. Saat ini kasusnya sudah masuk ke tahap penyidikan,” katanya, Jumat (8/2) lalu. (mur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...