Minggu, 21 Juli 2019 14:27

Konsisten, Sri Wahyuni Dapat Julukan sebagai Ratu Jagung

Senin, 11 Februari 2019 20:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Konsisten, Sri Wahyuni Dapat Julukan sebagai Ratu Jagung
Sri Wahyuni saat foto bersama peserta binaannya di BLK Lamongan.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Keuletan Sri Wahyuni dalam menggeluti jagung sebagai produk makanan olahan berbuah predikat atau julukan ratu jagung dari Kabupaten Lamongan.

Perempuan warga Desa/kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, yang mengelola UD Lembah Hijau ini memang konsisten membuat keripik jagung dengan label Koko Nono.

"Awalnya, saya mendapat julukan ratu jagung itu karena ada orang dari kementerian yang menjuluki saya ratu jagung karena ke mana-mana saya selalu menawarkan jagung," kata Yuni panggilan Sri Wahyuni.

Namun, sebelum julukan itu melekat pada sosok ibu 3 anak ini, Yuni harus mengawalinya dari tingkat paling bawah. "Awalnya saya jualan aneka jajanan ndeso ini mulai tahun 2006, itu pun hanya saya pasarkan di sekitar kampung tempat tinggal," ujarnya.

Lebih lanjut, Yuni menuturkan, perjuangan keras dijalaninya demi meraih sukses. Setelah setahun berjualan keliling kampung, Yuni mulai rajin mengikuti berbagai pelatihan yang dilaksanakan UPT Pendidikan, Pelatihan, dan Promosi Ekspor Surabaya, sejak 2008.

"Dari pelatihan yang saya ikuti, saya tahu bagaimana cara mengemas jajanan ndeso yang saya buat menjadi lebih menarik. Saya diajari bagaimana cara meningkatkan kualitas produk hasil olahan, dengan diikutsertakan ke berbagai pameran," tuturnya.

Usai mengikuti berbagai pelatihan, sejak 2009, Yuni mengaku selalu membawa produk jagung dalam berbagai pameran yang diikutinya. “Mulai itu saya dijuluki Ratu Jagung,” ucapnya.

Julukan Ratu Jagung itu pun kini melekat pada Yuni. Bahkan, karena cukup melekat, pada saat pawai budaya di Kabupaten Lamongan beberapa waktu lalu, ia didapuk menjadi sosok seorang Ratu Jagung.

Bahkan, demi totalitas berwirausaha, Yuni memilih keluar dari tempat kerjanya di sebuah Bank Perkreditan Rakyat Kredit Usaha Rakyat Kecil (BPR KURK) di Kecamatan Glagah, yang sudah digeluti selama 16 tahun.

"Karena pesanan yang datang terus meningkat, maka saya putuskan untuk mendirikan UD Lembah Hijau," kata Yuni.

Atas totalitasnya dalam berwirausaha dengan membawa bendera UD Lembah Hijau, Yuni merambah makanan olahan berbahan lain, seperti mbothe (umbi talas), hingga keripik sukun.

Berkat keuletan dalam mengembangkan usahanya, Yuni pun merasakan manisnya perjuangan. Ia kini sukses merambah rak-rak di retail modern yang ada di Pulau Jawa, hingga melebarkan sayap dengan mengekspor semua produknya.

"Kemarin saya menerima order dari Pemprov untuk hari jadi Provinsi Jawa Timur dan ini juga sedang melayani pesanan Pemprov untuk Hari Pahlawan besok. Kalau Pemprov, rutin memesan 2 ton keripik talas dan 3 ton keripik jagung," ujarnya.

Meski telah mengenyam sukses, Yuni masih tetap mengikuti pameran di dalam negeri hingga pameran di luar negeri. Ia pun tetap berinovasi dengan membuat produk-produk terbaru.

Satu di antaranya adalah membuat krupuk kopi. Tak lama membuat kerupuk kopi, pesanan yang datang langsung mengalir. "Baru saja, ada dari Malaysia yang datang untuk melihat produk krupuk kopi saya dan langsung memesan," tutur Yuni di sela-sela menjadi instruktur di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Lamongan, Senin (11/2).

Di sela-sela mengembangkan usaha dan memasarkan produknya, kesibukan baru selalu menantinya, dengan menjadi pemateri pelatihan kewirausahaan di berbagai tempat. (qom/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...