Jumat, 21 Juni 2019 05:11

Sehatnya Warung Ijo Pacitan, Suguhkan Degan Bol hingga Polo Pendem, Pokoknya Tanpa Minyak

Sabtu, 09 Februari 2019 12:07 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Sehatnya Warung Ijo Pacitan, Suguhkan Degan Bol hingga Polo Pendem, Pokoknya Tanpa Minyak
Sukatno, pemilik warung Ijo di Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan dan melintas di jalur lintas selatan (JLS) kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, akan menjumpai sebuah warung sederhana yang terbuat dari papan kayu, dan berada di tepi area persawahan. Itulah warung "Ijo" milik Sukatno, warga sekitar.

Warung yang berdiri di atas pematang sawah itu hampir keseluruhan dicat warna hijau. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan cukup indah. Hamparan padi dengan dedaunan yang masih menghijau semakin menambah kesan sangat alami dari warung yang baru berdiri sekitar sebulan lalu tersebut. Terlebih hembusan semilir angin, mambuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati hidangan degan hijau yang cukup langka di Pacitan.

"Ijo merupakan simbol obat dan kesuburan. Apalagi di warung saya ini, memang khas dengan degan ijonya atau degan bol yang diyakini banyak orang bisa menyembuhkan beragam penyakit. Selain degan ijo, kami juga menjual degan lokal yang harganya lebih murah namun tetap segar buka dinikmati saat siang hari," ujar Sukatno, Sabtu (9/2).

Selain menyajikan degan bol, warung yang berlokasi ditepian JLS tersebut juga menyajikan beragam makanan polo pendem. Entah itu ketela godok, kacang godok, jagung rebus, bothe godok, dan pisang kukus juga ada di situ.

"Hampir semua jajanan di sini disajikan tanpa minyak. Sebab kami buat dengan cara direbus atau dikukus. Makanan ini sangat sehat sebab terbebas dari bahan kimia. Apalagi para lansia sangat suka mencicipi jajanan ini. Sebab selain sehat, jarang sekali warung yang menjualnya," jelas Sukatno.

Bicara harga, Katno -sapaan karibnya- menegaskan, tak sampai Rp 10.000 sudah bisa menikmati satu paket makanan dan minuman di warung Ijo tersebut. Untuk segelas degan lokal, ia jual seharga Rp 5 ribu, kemudian masing-masing makanan polo pendem seperti ketela, bothe, dihargai Rp 1.000. Kecuali pisang sobo gurih dan jagung manis memang sedikit mahal.

"Untuk pisang sobo gurih setiap sisirnya Rp 1.500 dan jagung manisnya seharga Rp 2.000- Rp 2.500 per biji," tutur pria yang pernah tergabung sebagai relawan peduli kemiskinan (RPK) Jatim.

Namun khusus degan bol, lanjut Katno, memang dijual Rp 20.000 per biji. Itu harga degan apa adanya. Kalau minta digodok maupun dibakar, harganya bertambah menjadi Rp 25.000 per biji. Menurut sugesti banyak orang, degan bol yang dibakar ataupun digodok akan bisa menjadi obat mujarab bagi penderita penyakit ginjal.

"Ya mungkin ini semacam sugesti. Namun kalau melihat beberapa testimoni yang ada di google serta YouTube, degan bol memang banyak membantu masyarakat dalam penyembuhan beragam penyakit," ungkap dia.

Kenapa degan bol harganya jauh lebih mahal dari degan lokal? Katno mengungkapkan, selain barangnya langka, proses pemetikannya juga tak segampang degan atau kelapa pada umumnya.

"Harus dikerek dan jangan sampai menyentuh tanah. Di Pacitan ini, hanya ada 36 batang pohon degan bol yang tersebar di sejumlah kecamatan. Makanya harganya terbilang mahal. Petani pun jarang yang membudidayakan degan obat ini," ceritanya.

Dari hasil membuka warung dengan minuman khas degan bol dan makanan rebus tersebut, Katno yang mengaku kenal dekat dengan Gubernur Jatim, Soekarwo ini, bisa meraih omzet lumayan besar tiap harinya untuk ukuran warung sederhana di Pacitan. Dia pun berharap bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan bisa mampir untuk sekedar menikmati degan bol dan mencicipi jajanan natural polo pendem yang bebas dari campuran bahan kimia. (yuniardi sutondo)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 12 Juni 2019 16:10 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Setelah jalur lintas selatan Jogja dibuka, banyak pantai-pantai yang terbuka aksesnya untuk umum. Sebelumnya, keterbatasan akses membuat banyak pantai cantik ini nyaris tak terjamah oleh manusia. Namun sekarang banya...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Rabu, 19 Juni 2019 14:35 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag54. Rabbukum a’lamu bikum in yasya' yarhamkum aw in yasya' yu’adzdzibkum wamaa arsalnaaka ‘alayhim wakiilaanTuhanmu lebih mengetahui tentang kamu. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia akan memberi rahmat ...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...