Minggu, 21 April 2019 15:53

Sehatnya Warung Ijo Pacitan, Suguhkan Degan Bol hingga Polo Pendem, Pokoknya Tanpa Minyak

Sabtu, 09 Februari 2019 12:07 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Sehatnya Warung Ijo Pacitan, Suguhkan Degan Bol hingga Polo Pendem, Pokoknya Tanpa Minyak
Sukatno, pemilik warung Ijo di Pacitan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan dan melintas di jalur lintas selatan (JLS) kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, akan menjumpai sebuah warung sederhana yang terbuat dari papan kayu, dan berada di tepi area persawahan. Itulah warung "Ijo" milik Sukatno, warga sekitar.

Warung yang berdiri di atas pematang sawah itu hampir keseluruhan dicat warna hijau. Para pengunjung akan disuguhi pemandangan cukup indah. Hamparan padi dengan dedaunan yang masih menghijau semakin menambah kesan sangat alami dari warung yang baru berdiri sekitar sebulan lalu tersebut. Terlebih hembusan semilir angin, mambuat pengunjung betah berlama-lama sambil menikmati hidangan degan hijau yang cukup langka di Pacitan.

"Ijo merupakan simbol obat dan kesuburan. Apalagi di warung saya ini, memang khas dengan degan ijonya atau degan bol yang diyakini banyak orang bisa menyembuhkan beragam penyakit. Selain degan ijo, kami juga menjual degan lokal yang harganya lebih murah namun tetap segar buka dinikmati saat siang hari," ujar Sukatno, Sabtu (9/2).

Selain menyajikan degan bol, warung yang berlokasi ditepian JLS tersebut juga menyajikan beragam makanan polo pendem. Entah itu ketela godok, kacang godok, jagung rebus, bothe godok, dan pisang kukus juga ada di situ.

"Hampir semua jajanan di sini disajikan tanpa minyak. Sebab kami buat dengan cara direbus atau dikukus. Makanan ini sangat sehat sebab terbebas dari bahan kimia. Apalagi para lansia sangat suka mencicipi jajanan ini. Sebab selain sehat, jarang sekali warung yang menjualnya," jelas Sukatno.

Bicara harga, Katno -sapaan karibnya- menegaskan, tak sampai Rp 10.000 sudah bisa menikmati satu paket makanan dan minuman di warung Ijo tersebut. Untuk segelas degan lokal, ia jual seharga Rp 5 ribu, kemudian masing-masing makanan polo pendem seperti ketela, bothe, dihargai Rp 1.000. Kecuali pisang sobo gurih dan jagung manis memang sedikit mahal.

"Untuk pisang sobo gurih setiap sisirnya Rp 1.500 dan jagung manisnya seharga Rp 2.000- Rp 2.500 per biji," tutur pria yang pernah tergabung sebagai relawan peduli kemiskinan (RPK) Jatim.

Namun khusus degan bol, lanjut Katno, memang dijual Rp 20.000 per biji. Itu harga degan apa adanya. Kalau minta digodok maupun dibakar, harganya bertambah menjadi Rp 25.000 per biji. Menurut sugesti banyak orang, degan bol yang dibakar ataupun digodok akan bisa menjadi obat mujarab bagi penderita penyakit ginjal.

"Ya mungkin ini semacam sugesti. Namun kalau melihat beberapa testimoni yang ada di google serta YouTube, degan bol memang banyak membantu masyarakat dalam penyembuhan beragam penyakit," ungkap dia.

Kenapa degan bol harganya jauh lebih mahal dari degan lokal? Katno mengungkapkan, selain barangnya langka, proses pemetikannya juga tak segampang degan atau kelapa pada umumnya.

"Harus dikerek dan jangan sampai menyentuh tanah. Di Pacitan ini, hanya ada 36 batang pohon degan bol yang tersebar di sejumlah kecamatan. Makanya harganya terbilang mahal. Petani pun jarang yang membudidayakan degan obat ini," ceritanya.

Dari hasil membuka warung dengan minuman khas degan bol dan makanan rebus tersebut, Katno yang mengaku kenal dekat dengan Gubernur Jatim, Soekarwo ini, bisa meraih omzet lumayan besar tiap harinya untuk ukuran warung sederhana di Pacitan. Dia pun berharap bagi wisatawan yang berkunjung ke Pacitan bisa mampir untuk sekedar menikmati degan bol dan mencicipi jajanan natural polo pendem yang bebas dari campuran bahan kimia. (yuniardi sutondo)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Yogi Indra Pratama
Jumat, 19 April 2019 21:53 WIB
Oleh: Yogi Indra Pratama, ST.,MT.*Istilah golput atau golongan putih pertama kali muncul pada tahun 1971. Pada masa itu, golput merupakan suatu bentuk gerakan protes yang dikumandangkan oleh pemuda dan mahasiswa dengan datang ke TPS untuk mencob...
Jumat, 19 April 2019 22:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesung...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...