Jumat, 19 April 2019 16:31

Dengan Hanya Rp 3.000 Sudah Bisa Nikmati Nasi Punar Khas Pacitan

Kamis, 07 Februari 2019 12:08 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dengan Hanya Rp 3.000 Sudah Bisa Nikmati Nasi Punar Khas Pacitan
Nasi punar buatan Winarti. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Di tengah himpitan krisis ekonomi global dan ketatnya persaingan usaha, mungkin sangatlah sulit mencari kuliner dengan harga cukup murah namun enak dan membuat perut kenyang.

Tetapi fenomena itu tidaklah berlaku di Pacitan. Mengapa begitu? Sebab selama ini ternyata tak sedikit masyarakat yang berusaha membuat makanan dan dijual seharga tak lebih dari Rp 3.000 per porsi.

Selain soto seger, lontong pecel, belakangan juga ada nasi punar berwarna kuning yang dijual seharga Rp 3.000 per bungkusnya. Itulah yang dijalani Winarti, warga lingkungan Selagi, Kelurahan Pacitan ini.

Sudah hampir enam tahun lebih, wanita paruh baya ini membuat nasi yang biasa disuguhkan untuk acara hajatan atau selamatan. Ia mengemasnya dalam bungkusan plastik mika dan dijual keliling ke warung-warung.

"Untuk sebungkus nasi punar ini saya jual ke warung seharga Rp 3.000. Karena warung juga mencari untung, mereka menjual ke konsumen seharga Rp 4.000 per bungkusnya," kata Bu Win, begitu ia karib disapa, Kamis (7/2).

Meski hanya seharga jajanan ringan, akan tetapi nasi punar besutan Bu Win terbilang enak dan bisa untuk mengganjal perut. Sebab selain ditaburi serondeng (parutan kelapa yang digoreng) juga ada kering tempe, irisan wortel, daun seledri serta bergedel kentang sebagai lauknya. "Sehari rata-rata saya bisa menjual sampai 300 bungkus lebih," tuturnya.

Dari hasil berjualan ratusan bungkus nasi punar itu, Bu Win mengaku bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 300- Rp 400 ribu per hari. Tentu usaha kecil-kecilan itu sangat membantu perekonomian keluarganya.

Selama enam tahun berusaha membuat nasi punar, ia tak pernah melibatkan pihak lain. Sebab Bu Win khawatir citra rasa akan berbeda kalau dipegang tangan berbeda. "Kami bekerja bersama keluarga yang jumlahnya sekitar lima orang. Ya suami, dan anak-anak yang membantu usaha ini," ceritanya.

Bu Win akan terus melanjutkan usaha membuat nasi punar. Sebab meski hanya sekadarnya, namun hasil dari usahanya itu bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. "Usaha ini akan terus saya lanjutkan. Sebab keluarga saling mendukung," tukasnya. (yun/dur)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 17 April 2019 10:19 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*RABU 17 April 2019 telah beranjak dari gawe demokrasi yang amat besar bagi Republik ini. Pemilu untuk memilih capres-cawapres, caleg DPR RI maupun DPRD dan insan DPD bagi kepentingan kepemimpinan lima tahun mendatang telah usai. ...
Sabtu, 13 April 2019 11:40 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesun...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...