Kamis, 04 Juni 2020 21:58

Dengan Hanya Rp 3.000 Sudah Bisa Nikmati Nasi Punar Khas Pacitan

Kamis, 07 Februari 2019 12:08 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Yuniardi Sutondo
Dengan Hanya Rp 3.000 Sudah Bisa Nikmati Nasi Punar Khas Pacitan
Nasi punar buatan Winarti. (foto: Yuniardi Sutondo/BO)

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Di tengah himpitan krisis ekonomi global dan ketatnya persaingan usaha, mungkin sangatlah sulit mencari kuliner dengan harga cukup murah namun enak dan membuat perut kenyang.

Tetapi fenomena itu tidaklah berlaku di Pacitan. Mengapa begitu? Sebab selama ini ternyata tak sedikit masyarakat yang berusaha membuat makanan dan dijual seharga tak lebih dari Rp 3.000 per porsi.

Selain soto seger, lontong pecel, belakangan juga ada nasi punar berwarna kuning yang dijual seharga Rp 3.000 per bungkusnya. Itulah yang dijalani Winarti, warga lingkungan Selagi, Kelurahan Pacitan ini.

Sudah hampir enam tahun lebih, wanita paruh baya ini membuat nasi yang biasa disuguhkan untuk acara hajatan atau selamatan. Ia mengemasnya dalam bungkusan plastik mika dan dijual keliling ke warung-warung.

"Untuk sebungkus nasi punar ini saya jual ke warung seharga Rp 3.000. Karena warung juga mencari untung, mereka menjual ke konsumen seharga Rp 4.000 per bungkusnya," kata Bu Win, begitu ia karib disapa, Kamis (7/2).

Meski hanya seharga jajanan ringan, akan tetapi nasi punar besutan Bu Win terbilang enak dan bisa untuk mengganjal perut. Sebab selain ditaburi serondeng (parutan kelapa yang digoreng) juga ada kering tempe, irisan wortel, daun seledri serta bergedel kentang sebagai lauknya. "Sehari rata-rata saya bisa menjual sampai 300 bungkus lebih," tuturnya.

Dari hasil berjualan ratusan bungkus nasi punar itu, Bu Win mengaku bisa mendapatkan omzet sekitar Rp 300- Rp 400 ribu per hari. Tentu usaha kecil-kecilan itu sangat membantu perekonomian keluarganya.

Selama enam tahun berusaha membuat nasi punar, ia tak pernah melibatkan pihak lain. Sebab Bu Win khawatir citra rasa akan berbeda kalau dipegang tangan berbeda. "Kami bekerja bersama keluarga yang jumlahnya sekitar lima orang. Ya suami, dan anak-anak yang membantu usaha ini," ceritanya.

Bu Win akan terus melanjutkan usaha membuat nasi punar. Sebab meski hanya sekadarnya, namun hasil dari usahanya itu bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya. "Usaha ini akan terus saya lanjutkan. Sebab keluarga saling mendukung," tukasnya. (yun/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...