Senin, 23 September 2019 08:47

Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir

Selasa, 05 Februari 2019 19:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir
Jenazah korban Mustarim usai dievakuasi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas menimpa Mustarim (50), warga Dusun Karanganyar, RT/RW 002/002, Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. 

Pasalnya, seorang buruh tani yang sedang mencabut bibit padi dari persemaian sawah (ndaut, Jawa) milik Khoiri (Pjs Kades Rejoso Kidul) tersebut, harus meregang nyawa akibat tersambar petir.

Kejadian yang membuat gempar warga Rejoso Kidul itu terjadi pada Selasa sore (05/02) sekira pukul 15.45 WIB. Saat itu korban sedang bekerja secara borongan mencabut bibit persemaian padi yang rencananya akan ditanam Rabu besok.

Khoiri, Pjs Kades Rejoso Kidul saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, sebelum kejadian, korban bekerja bersama 2 orang lainnya, termasuk ayah Khoiri. 

"Awalnya korban bekerja bareng beberapa orang termasuk ayah saya sendiri. Saat hujan turun sangat lebat, ayah saya dan rekan lainnya pergi meninggalkan sawah karena takut, tapi korban tetap melanjutkan sendiri bekerja agar bisa mendapatkan hasil yang banyak karena pekerjaannya borongan," papar Khoiri kepada BANGSAONLINE.com di TKP.

Ia menjelaskan, saat itu kondisi hujan yang sangat lebat disertai petir yang menggelegar. Setelah petir reda, seorang pemilik warung bernama Bandi bertanya kepada beberapa orang yang tadi ikut ndaut, karena si korban sudah tidak terlihat lagi. Bandi tahu korban ndaut karena lokasi warungnya persis di depan areal sawah tempat korban bekerja.

"Ia mengira korban sudah pulang. Tapi karena di rumahnya tidak kelihatan, Pak Bandi lalu mencoba mencari ke lokasi kerja yang persis di belakang warungnya. Saat itulah terlihat korban sudah tergeletak dalam kondisi gosong, serta kondisi sawah berantakan," jelas Khoiri.

Dari kondisi korban, warga langsung meyakini korban tersambar petir. Sebab saat kejadian, petir menyambar begitu dahsyat pas di belakang warung Bandi sebelah barat SMP Negeri 1 Rejoso.

Tewasnya Mustarim akibat sambaran petir ini membuat sang istri yang bernama Satrumi (45), menjerit histeris. Ia tak menyangka hari itu ia harus ditinggalkan sang suami untuk selamanya. (afa/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Minggu, 22 September 2019 14:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag63. Qaala idzhab faman tabi’aka minhum fa-inna jahannama jazaaukum jazaa-an mawfuuraanDia (Allah) berfirman, “Pergilah, tetapi barang siapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sungguh, neraka Jahanamla...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...