Minggu, 26 Mei 2019 22:57

Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir

Selasa, 05 Februari 2019 19:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir
Jenazah korban Mustarim usai dievakuasi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas menimpa Mustarim (50), warga Dusun Karanganyar, RT/RW 002/002, Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. 

Pasalnya, seorang buruh tani yang sedang mencabut bibit padi dari persemaian sawah (ndaut, Jawa) milik Khoiri (Pjs Kades Rejoso Kidul) tersebut, harus meregang nyawa akibat tersambar petir.

Kejadian yang membuat gempar warga Rejoso Kidul itu terjadi pada Selasa sore (05/02) sekira pukul 15.45 WIB. Saat itu korban sedang bekerja secara borongan mencabut bibit persemaian padi yang rencananya akan ditanam Rabu besok.

Khoiri, Pjs Kades Rejoso Kidul saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, sebelum kejadian, korban bekerja bersama 2 orang lainnya, termasuk ayah Khoiri. 

"Awalnya korban bekerja bareng beberapa orang termasuk ayah saya sendiri. Saat hujan turun sangat lebat, ayah saya dan rekan lainnya pergi meninggalkan sawah karena takut, tapi korban tetap melanjutkan sendiri bekerja agar bisa mendapatkan hasil yang banyak karena pekerjaannya borongan," papar Khoiri kepada BANGSAONLINE.com di TKP.

Ia menjelaskan, saat itu kondisi hujan yang sangat lebat disertai petir yang menggelegar. Setelah petir reda, seorang pemilik warung bernama Bandi bertanya kepada beberapa orang yang tadi ikut ndaut, karena si korban sudah tidak terlihat lagi. Bandi tahu korban ndaut karena lokasi warungnya persis di depan areal sawah tempat korban bekerja.

"Ia mengira korban sudah pulang. Tapi karena di rumahnya tidak kelihatan, Pak Bandi lalu mencoba mencari ke lokasi kerja yang persis di belakang warungnya. Saat itulah terlihat korban sudah tergeletak dalam kondisi gosong, serta kondisi sawah berantakan," jelas Khoiri.

Dari kondisi korban, warga langsung meyakini korban tersambar petir. Sebab saat kejadian, petir menyambar begitu dahsyat pas di belakang warung Bandi sebelah barat SMP Negeri 1 Rejoso.

Tewasnya Mustarim akibat sambaran petir ini membuat sang istri yang bernama Satrumi (45), menjerit histeris. Ia tak menyangka hari itu ia harus ditinggalkan sang suami untuk selamanya. (afa/ian)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Minggu, 26 Mei 2019 13:06 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag42. qul law kaana ma’ahu aalihatun kamaa yaquuluuna idzan laibtaghaw ilaa dzii al’arsyi sabiilaanKatakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-t...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...