Selasa, 26 Maret 2019 18:09

Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir

Selasa, 05 Februari 2019 19:58 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
Cabut Bibit, Buruh Tani di Rejoso Pasuruan Tewas Tersambar Petir
Jenazah korban Mustarim usai dievakuasi.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas menimpa Mustarim (50), warga Dusun Karanganyar, RT/RW 002/002, Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan. 

Pasalnya, seorang buruh tani yang sedang mencabut bibit padi dari persemaian sawah (ndaut, Jawa) milik Khoiri (Pjs Kades Rejoso Kidul) tersebut, harus meregang nyawa akibat tersambar petir.

Kejadian yang membuat gempar warga Rejoso Kidul itu terjadi pada Selasa sore (05/02) sekira pukul 15.45 WIB. Saat itu korban sedang bekerja secara borongan mencabut bibit persemaian padi yang rencananya akan ditanam Rabu besok.

Khoiri, Pjs Kades Rejoso Kidul saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Menurutnya, sebelum kejadian, korban bekerja bersama 2 orang lainnya, termasuk ayah Khoiri. 

"Awalnya korban bekerja bareng beberapa orang termasuk ayah saya sendiri. Saat hujan turun sangat lebat, ayah saya dan rekan lainnya pergi meninggalkan sawah karena takut, tapi korban tetap melanjutkan sendiri bekerja agar bisa mendapatkan hasil yang banyak karena pekerjaannya borongan," papar Khoiri kepada BANGSAONLINE.com di TKP.

Ia menjelaskan, saat itu kondisi hujan yang sangat lebat disertai petir yang menggelegar. Setelah petir reda, seorang pemilik warung bernama Bandi bertanya kepada beberapa orang yang tadi ikut ndaut, karena si korban sudah tidak terlihat lagi. Bandi tahu korban ndaut karena lokasi warungnya persis di depan areal sawah tempat korban bekerja.

"Ia mengira korban sudah pulang. Tapi karena di rumahnya tidak kelihatan, Pak Bandi lalu mencoba mencari ke lokasi kerja yang persis di belakang warungnya. Saat itulah terlihat korban sudah tergeletak dalam kondisi gosong, serta kondisi sawah berantakan," jelas Khoiri.

Dari kondisi korban, warga langsung meyakini korban tersambar petir. Sebab saat kejadian, petir menyambar begitu dahsyat pas di belakang warung Bandi sebelah barat SMP Negeri 1 Rejoso.

Tewasnya Mustarim akibat sambaran petir ini membuat sang istri yang bernama Satrumi (45), menjerit histeris. Ia tak menyangka hari itu ia harus ditinggalkan sang suami untuk selamanya. (afa/ian)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Sabtu, 23 Maret 2019 12:18 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag29. Walaa taj’al yadaka maghluulatan ilaa ‘unuqika walaa tabsuthhaa kulla albasthi fataq’uda maluuman mahsuuraanDan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengul...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...