Selasa, 18 Februari 2020 05:06

Dengan Liwetan, Bisa Terjalin dan Terjaga Silaturahmi antar Ponpes

Rabu, 30 Januari 2019 10:37 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Iwan Irawan
Dengan Liwetan, Bisa Terjalin dan Terjaga Silaturahmi antar Ponpes
Acara Liwetan Akbar yang berlangsung di Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Sukun Malang, Selasa (29/01) malam.

MALANG, BANGSAONLINE.com - Liwetan berasal dari kata Liwet, kosakata bahasa jawa, yang artinya suatu bentuk kerja sama dan kebersamaan yang cukup kuat. Sedangkan liwetan adalah prosesi syukuran dengan membuat nasi liwet yang dipadankan dengan beberapa lauk sederhana, seperti sambel tomat, dan kerupuk. Bila ingin mewah bisa ada ayam, daging, atau lauk ikan.

"Nasi liwet dinikmati secara berbarengan dengan jumlah banyak orang. Menu dan porsi sama rata," demikian diungkapkan Zaini Nasruddin, salah satu panitia acara Liwetan Akbar di Ponpes Sabilurrosyad, Gasek, Sukun Malang, Selasa (29/01) malam.

Menurut Zaini, PWNU Jawa Timur sengaja menggelar acara ini dengan mengambil filosofi dari liwetan tersebut, yakni meningkatkan rasa kebersamaan. Karena itu, tujuan liwetan ini dalam rangka menjaga tali silaturahmi antar pondok pesantren yang di dalamnya terdapat para kiai, Gus, Lora, Ning selaku pengasuh pondok.

Gus Zaky Hadziq, Ketua RMI (robithoh ma'had islmaiyah) Jatim menyampaikan, liwetan ini sengaja digelar untuk mewujudkan kebersamaan (silaturahmi) antar Ponpes di Jawa Timur khususnya, nantinya bisa dilanjutkan secara nasional. "Saat ini tahun politik, perlu antisipasi atau menangkal terhadap propaganda yang bertujuan memecah belah umat," tegas Gus Zaky.

"Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama diharapkan mampu membantu meredam dan mendinginkan suasana, agar tidak terjadi perpecahan antar umat yang disebabkan perbedaan pilihan politik," cetusnya.

Sementara KH Marzuki Mustamar, selaku tuan rumah mengajak para pengasuh pesantren maupun Gus dan Ning untuk terus menjaga kedaulatan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) yang telak diperjuangkan pendiri NU. "Dimana NU salah satu pendiri bangsa sangat mufakat, jika Indonesia 'NKRI' tidak bisa di utak-atik lagi," tambahnya.

"Indonesia sendiri sangat luas keragamannya, multi etnis, agama, bahasa, seni dan budaya serta keragaman lainnya. Berpedoman pada Pancasila, NU melihat sudah sesuai dengan nilai Islam ahlussunnah waljamaah annahdliyyah," tukasnya.

Acara liwetan diakhiri dengan makan bersama nasi liwet dari nampan secara ramai-ramai yang sudah disediakan panitia. Ada sebanyak 500 nampan besar yang disediakan panitia untuk 2000 jamaah yang hadir. (iwa/thu)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 29 Januari 2020 22:31 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Mendengar kata Gunung Kelud, orang pasti membayangkan kedahsyatan letusannya. Sekali meletus, abu Gunung Kelud bisa menghentikan operasional beberapa bandara. Bahkan, bandara di Yogya pun harus berhenti beroperasi ketika Gu...
Senin, 17 Februari 2020 20:01 WIB
Oleh: M Mas’ud AdnanGus Sholah. Panggilan yang enak didengar. Sekaligus menyejukkan. Siapa pun yang pernah bertemu, berbincang – apalagi akrab. Pasti terkesan: santun, tawaddlu’, sederhana, egaliter dan moderat. Moderat sesungguhnya. Bukan ...
Senin, 10 Februari 2020 11:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALTidak sama an...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...