Sabtu, 04 April 2020 22:29

Tolak Kilang Minyak, Ribuan Warga Serbu Kantor DPRD Tuban

Selasa, 29 Januari 2019 17:08 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Tolak Kilang Minyak, Ribuan Warga Serbu Kantor DPRD Tuban
Ribuan warga dari 6 Desa di Kecamatan Jenu saat demo di depan kantor DPRD Tuban menolak pendirian kilang minyak.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Ribuan warga Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menyerbu kantor DPRD setempat, Selasa (29/1). Mereka berasal dari enam desa, yakni desa Sumurgeneng, Rawasan, Wadung, Kaliuntu, Remen, dan Mentoso, yang akan menjadi tempat berdirinya kilang minyak NGRR.

Sambil membawa poster berbagai ukuran, mereka menyuarakan penolakan pendirian kilang minyak. Sambil berorasi, massa juga membawa beberapa hasil pertanian sebagai simbol jika tanah pertanian di desa tersebut sangat subur.

"Kilang minyak hanya untuk kepentingan perusahaan, tidak untuk kepentingan rakyat," teriak salah satu orator saat menyampaikan aspirasinya.

Menurut mereka, saat ini kehidupan warga di sana sudah makmur, sehingga tidak perlu lagi adanya pembangunan kilang minyak. Apalagi, tanah yang mereka huni selama ini juga menjadi kawasan yang subur dan produktif. Untuk itu, warga enggan menjual tanah yang selama ini dimanfaatkan oleh warga.

"Kami tidak butuh kilang minyak, petani sudah makmur dengan hasil pertanian," tegas salah satu orator.

Lantaran tak ditemui wakil rakyat yang berasal dari wilayah Jenu, mereka sempat mengancam akan bermalam di depan kantor dewan, Namun, mereka akhirnya pasrah lantaran hanya bisa ditemui salah satu anggota dewan, yakni Nurhadi Sunar Endro.

Di hadapan demonstran, Nurhadi berjanji akan menyampaikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat kepada pimpinan anggota dewan. "Surat ini saya terima dan segera disampaikan kepada pimpinan untuk secepatnya bisa ditindaklanjuti," tutur politikus partai Gerindra tersebut.

Sementara itu, salah satu warga Desa Sumurgeneng, Munasih mengatakan, kedatangan warga di kantor dewan tersebut untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan menyerahkan berkas tentang penolakan kilang minyak. "Kami ke sini untuk menyuarakan aspirasi, karena ada kabar jika penentuan lokasi (penlok) telah turun," tutur perempuan itu dengan suara lantang.

Menurutnya, pihak Pertamina telah menyalahi aturan terkait wacana turunnya penlok pembangunan kilang. Sebab saat ini belum ada kesepakatan antara pemerintah desa dengan perusahaan. "Kami menolak penlok itu, karena seharusnya ada kesepakatan antara pemerintah desa dengan perusahaan. Kalau sampai penlok itu sudah turun berarti ini melanggar hukum," tandasnya 

Setelah selesai menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan, dengan dikawal ketat pihak kepplisian massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...