Ilustrasi.
Bagaimana mungkin orang menjadi kepala daerah, ketua organisasi keagamaan, pengasuh pesantren, kepala sekolah, tapi mendapat pahala ibadah dari kepemimpinannya, jika dia menjabat murni karena kebiasaan, karena warisan atau karena memburu kepangkatan. Sebuah kepemimpinan baru dihitung amal ibadah jika benar-benar mengabdi hanya untuk Allah SWT semata.
Dan, menuju Allah SWT itu tidak semudah membalik telapak tangan, melainkan butuh keseriusan dan keistiqamahan. Orang yang beramal secara terbuka, dipublis di hadapan khalayak, disiarkan di media sangat berpotensi terkena virus riya', show only atau pamer. Silakan tujuannya untuk memberi contoh, tapi sisi lain beraroma pamer. Jika unsur pamernya lebih dominan, maka hampa pahala di akhirat nanti.
"allaa ta’buduu illaa iyyaahu". Ada riwayat terkait seorang yang beramal banyak dan berderma banyak, tapi sukanya dipublis di hadapan umum. Ternyata di akhirat dia tidak mendapatkan pahala dari apa yang dia dermakan. Kemudian menggugat Tuhan: "Ya tuhan, Engkau tidak menepati janjiMu. Katanya bakal memberi pahala berlipat ganda dari amal bersedekah. Mana buktinya? Jangankan berlipat, kini malah kosong sama sekali".
Allah SWT menjawab: "Lho, kamu beramal kan bukan untuk Aku, melainkan untuk selain Aku, untuk egomu sendiri, untuk pamormu sendiri dan untuk-untuk yang lain. Aneh, dulu kamu beramal bukan untuk Aku, kok sekarang nagih pahala kepadaKU. Silakan minta pahala kepada yang kamu tuju dulu".
"wabialwaalidayni ihsaanan". Umumnya ayat yang terkait dengan berbakti kepada orang tua, lazimnya pakai bentuk mutsanna (dua), al-walidain atau walidayya, ibu dan bapak. Ya, karena semua orang pasti punya ibu sekaligus punya ayah, apapun sifatnya, ayah biologis atau ayah formal. Kecuali terhadap nabi Isa ibn Maryam A.S., maka tesis yang dipakai hanya ibu saja. "wa barra bi walidaty" (Maryam: 32). Walidah adalah ibu, karena Isa hanya punya ibu dan tidak punya bapak.
Umumnya, pesan berbakti kepada kedua orang tua ini digandeng dengan kata ihsana, meskipun ada yang pakai kata "husna", atau kata "ma'rufa". Ihsan adalah kebajikan sosial, memberi kecukupan materi kepada kedua orang tua. Orang tua yang sudah udzur menjadi tanggungjawab anaknya. Karena itu, zakat tidak boleh diberikan kepada orang tua kandung, meskipun dengan alasan fakir atau miskin.
Dalam perintah berihsan ini tidak ada persyaratan agama atau seiman. Meskipun orang tua kita kafir, tetap wajib kita hormati. Penghormatan kepada orang tua menjadi mutlak asal tidak memerintahkan kita berbuat maksiat atau kekufuran.
Ketika orang tua memasuki usia ketuaan (al-kibar), ada perintah khusus terkait menyikapi mereka. Pertama, jangan berkata-kata yang sifatnya mengecewakan, sekecil apapun (falaa taqul lahumaa uffin). Kedua, jangan membentak mereka (walaa tanharhumaa) dan ketiga, bertutur katalah kepada mereka dengan bahasa yang santun nan memuliakan (waqul lahumaa qawlan kariimaan).
Sebab, orang tua itu makin tua makin perasa. Ada bisik-bisik sedikit sudah tersinggung. Seorang ibu nyambangi anaknya yang sudah sukses di kota besar. Ketika diajak jalan-jalan menikmati suasana perkoataan, si anak membukakan pintu mobil dan ibu dipersilakan naik. Anak itu lalu menutupnya dengan agak menekan agar bisa mengunci.
Sang ibu langsung berubah wajah dan selama jalan-jalan hanya diam dan membisu. Begitu pulang ke rumah, ibu itu sewot dan memaksa minta segera balik ke kampung. Menuduh anaknya sombong, merasa direndahkan dan lain-lain. Usut punya usut, karena si anak menutup pintu mobil agak keras dan menekan. Hal itu menyinggung perasaannya. Padahal bagi anak, ya begitu itu cara menutup mobil, agak ditekan agar ngunci. Ibu itu tersinggung karena persepsinya menyamakan antara menutup pintu rumah dengan pintu mobil. Allah Maha benar dengan firman-Nya ini.
Termasuk menghormat orang tua adalah menghormati orang tua orang lain. Rasulullah SAW pernah mengatakan: "kalian jangan sampai misuhi (mengumpat-ngumpat) kepada orang tua kalian sendiri". Sahabat bertanya: "bagaimana mungkin itu terjadi ya Rasulallah?". Rasul: "Begini, kamu mengumpati orang tua kawanmu, lalu kawanmu balas mengumpati orang tua kamu".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




