Selasa, 17 September 2019 00:21

Kades dan Warga Pangkahwetan Bantu Cari Korban di Bengawan Solo

Kamis, 17 Januari 2019 10:15 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Kades dan Warga Pangkahwetan Bantu Cari Korban di Bengawan Solo
Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi bersama warga saat membantu proses pencarian korban laka yang jatuh ke Bengawan Solo. foto: Syuhud/bangsaonline.com

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Hingga hari ketiga, pencarian korban kecelakaan di Jembatan Sembayat, Kecamatan Manyar, pada Selasa (15/1) sekitar pukul 11.00 WIB, belum membuahkan hasil. Korban Bahrul Mustofa (18) adalah warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah. Ia tenggelam di sungai Bengawan Solo setelah motornya ditabrak mobil pick up dari arah berlawanan.

Kepala desa (Kades) dan warga yang tinggal di bantaran dan muara sungai terpanjang di Pulau Jawa ini pun turun tangan ikut membantu pencarian.

Kades Pangkahwetan Syaifullah Mahdi bersama warganya ikut membantu mencari korban dengan menyusuri muara Bengan Solo. "Ini bentuk kepedulian kami ikut membantu sesama," ujar Syaifullah Mahdi kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (17/1).

Sandi, begitu panggilan akrabnya, mengaku akan bergabung dengan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik dan Polairud untuk membantu pencarian korban. "Tim kami akan menyusuri muara Bengawan Solo hingga Jembatan Sembayat tempat jatuhnya korban usai kecelakaan," terangnya.

Ia berharap, dengan banyaknya tim yang mencari, korban bisa segera diketemukan. "Saya bisa merasakan betapa sedih keluarga korban. Terutama orangtua melihat anaknya belum diketemukan," pungkasnya.

Sementara Kepala BPBD Gresik Tarso Sagito kepada BANGSAONLINE.com menyatakan telah menerjukan tim untuk mencari korban sejak hari pertama jatuhnya korban dari Jembatan Sembayat, Selasa (15/1). "Hingga saat ini teman-teman terus membantu pencarian," katanya.

Tarso juga telah memerintahkan anak buahnya agar tidak memaksakan diri untuk mencari korban di luar standard operating procedure (SOP). "Kalau sudah malam dan pencarian harus dihentikan sesuai SOP, harus berhenti. Jangan dipaksakan dan bertugas di luar SOP. Sebab, bisa membahayakan diri sendiri," tegasnya.

Ia berharap korban cepat bisa diketemukan dan diserahkan kepada keluarganya. "BPBD akan berupaya maksimal untuk menemukan korban. Mohon bantuan doanya," pungkas mantan Asisten III Setda Gresik ini. (hud/rd)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Jumat, 13 September 2019 23:27 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...