Sabtu, 04 April 2020 22:55

Pembangunan Kilang Minyak Terbesar se-Indonesia di Tuban Terkendala, Warga Masih Trauma

Rabu, 09 Januari 2019 20:48 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pembangunan Kilang Minyak Terbesar se-Indonesia di Tuban Terkendala, Warga Masih Trauma
Perwakilan warga saat menyampaikan pendapatnya dalam sosialisasi pembangunan kilang minyak di Pendopo Kecamatan Jenu, Rabu (9/1).

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pembangunan kilang minyak terbesar se-Indonesia di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menuai kendala. Warga dari 3 desa, yakni Wadung, Sumur Geneng, dan Kaliuntu, menentang proyek pemerintah itu. Hal tersebut terungkap saat acara sosialisasi dan konsultasi publik di Pendopo Kecamatan Jenu, Rabu (9/1).

Kades Wadung Kecamatan Jenu, Sasmito menyampaikan, warga banyak yang tidak setuju tanahnya digunakan proyek kilang minyak. Alasannya, mereka takut kejadian pada 1986 terulang lagi pada warga Wadung. "Saat orde baru itu, warga dipaksa menyerahkan tanahnya kepada KLHK, meski secara administrasi diselesaikan. Dampaknya, salah satu Dusun bernama Mbelarak hilang dan warga sebanyak 253 KK berpencar serta 256 hektar hilang. Dari dasar itulah, warga banyak yang menolak," ungkap Sasmito.

Selain itu, lanjut Sasmito, merujuk pada proyek atau pabrik yang sudah berdiri di wilayah Jenu, warga hanya dilibatkan saat pembangunan saja. Sedangkan untuk operator, rata-rata diambilkan dari warga luar Jenu.

"Contoh PLTU, TPPI, dan TBBM. Di perusahaan itu warga lokal hanya mengerjakan saat planing saja. Akan tetapi, untuk operator rata-rata diambil dari jauh. Itulah yang kami kecewakan jika pabrik kilang minyak ini berdiri," terangnya.

Untuk itu, pihaknya akan mengumpulkan perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga, guna mencari keputusan.

Wahab, warga lain, juga menyampaikan alasannya kukuh menolak keberadaan kilang minyak itu. Menurutnya, pendirian pabrik tidak akan memberikan manfaat kepada warga sekitar. Malah, akan membawa dampak negatif pada lingkungan dan sosial masyarakat. "Atas dasar apa tiba-tiba Pertmina mendirikan kilang minyak di sini? Padahal kami sebagai petani sudah makmur," papar Wahab.

Menanggapi hal ini, Humas Pertamina Unit Pemasaran MOR V, Rustam Aji yang mewakili sosialisasi, menilai penolakan oleh warga adalah hal yang wajar. Sebab, sosialisasi yang digelar kali ini merupakan tahap awal.

Ia optimis, ke depan warga akan setuju. Sebab, proyek tersebut merupakan program nasional untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional agar tidak perlu impor. "Harapannya, dengan adanya kilang baru Pertamina hanya impor barang mentahnya saja," ujarnya.

"Ini tahap awal hanya sosialisaisi kepada publik dan belum harga lahan, juga belum final penetapan lokasi," sambungnya.

Menurutnya, berdirinya kilang minyak di Tuban akan meningkatkan kesejahteraan warga sekitar. "Tenaga kerja akan terserap, bahkan warga lokal bisa membuat usaha kecil-kecilan seperti buka laundry, catering, dan kos-kosan," ucapnya. 

"Kami yakin, yang bersikap menolak tadi bukan mewakili secara keseluruhan, dan pasti banyak yang setuju," pungkasnya.

Terpisah, Pemkab Tuban melalui Kabag Humas dan Media, Rohman Ubaid menyatakan, bahwasanya Pemkab tetap mendukung dan mengawal program strategis ini. Ia berharap, adanya proyek tersebut dapat menyejahterakan masyarakat Tuban, khususnya Kecamatan Jenu.

"Adanya sikap penolakan tadi, kita maklumi karena ini pertama. Ada sebagian yang keberatan, karena kemungkinaan kurang paham. Sebab, sebelumnya gak ada sosiliasi lebih detail," ungkap Ubaid sapaan akrabnya.

Diketahui, pembangunan kilang minyak di Tuban membutuhkan lahan seluas 800 hektare dengan reklamasi 300 hektare. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...