Jumat, 22 Maret 2019 15:59

Diduga Keracunan Pakan, Enam Ekor Sapi Warga Desa Soko Mati Mendadak

Senin, 07 Januari 2019 15:28 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Nurqomar Hadi
Diduga Keracunan Pakan, Enam Ekor Sapi Warga Desa Soko Mati Mendadak
Salah seekor sapi milik warga yang mati mendadak.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 6 ekor sapi milik warga Dusun Banyuawet Desa Soko Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, tiba-tiba roboh dan kejang karena diduga keracunan rumput.

"Penyebabnya mungkin keracunan. Sebab terjadi setelah sapi diberi makan rumput yang baru saja diambil dari galengan (pembatas sawah-red) yang sebelumnya disemprot pembasmi hama," kata Imam, salah satu warga setempat, Senin (7/1).

Menurut Imam, usai makan rumput, sapi terlihat lemas. Bahkan ada salah satu sapi yang kemudian roboh dan tak mampu berdiri kembali. "Lalu mengeluarkan air liur dan kejang-kejang," katanya.

Tak lama berselang, sapi itu mati. "Lalu sapi yang lain juga mengalami gejala yang sama, roboh, kejang dan mengeluarkan air liur dan selanjutnya mati," tambah Imam.

Imam mengaku tidak tahu pasti kenapa sapi milik ayahnya tiba-tiba mati. Namun dia menduga sapi itu keracunan makanan. "Mungkin dari rumputnya yang mengandung racun. Sebelumnya memang tidak diberi makan rumput kayak gini," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Lamongan Ir. Sukriyah, MM ketika dikonfirmasi menduga penyebab kematian sapi milik peternak di wilayah Kecamatan Tikung karena keracunan.

"Hasil survei dugaan sementara penyebab karena keracunan pakan dan Anthrax, karena faktor penyebab kematian hewan ternak itu dua hal tersebut. Tapi, di Lamongan bebas Anthrax," ujar Sukriyah didampingi Kabid Keswan, dr Puji Hermawan.

Ditegaskan Sukriyah sapi-sapi tersebut tidak mati dalam waktu yang bersamaan, melainkan bergiliran. Sehingga butuh penelitian terlebih dahulu untuk mengungkap penyebab kematianya. "Kita masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian sapi secara mendadak tersebut," ujarnya

Ditambahkanya, dalam tempo Desember 2018 sampai detik ini ada sekitar 9 ekor sapi yang mati di wilayah yang sama. "Selama hampir dua bulan ini ada 9 ekor yang meninggal," pungkasnya. (qom/dur)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...