Rabu, 19 Juni 2019 06:49

Diduga Keracunan Pakan, Enam Ekor Sapi Warga Desa Soko Mati Mendadak

Senin, 07 Januari 2019 15:28 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Nurqomar Hadi
Diduga Keracunan Pakan, Enam Ekor Sapi Warga Desa Soko Mati Mendadak
Salah seekor sapi milik warga yang mati mendadak.

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 6 ekor sapi milik warga Dusun Banyuawet Desa Soko Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan, tiba-tiba roboh dan kejang karena diduga keracunan rumput.

"Penyebabnya mungkin keracunan. Sebab terjadi setelah sapi diberi makan rumput yang baru saja diambil dari galengan (pembatas sawah-red) yang sebelumnya disemprot pembasmi hama," kata Imam, salah satu warga setempat, Senin (7/1).

Menurut Imam, usai makan rumput, sapi terlihat lemas. Bahkan ada salah satu sapi yang kemudian roboh dan tak mampu berdiri kembali. "Lalu mengeluarkan air liur dan kejang-kejang," katanya.

Tak lama berselang, sapi itu mati. "Lalu sapi yang lain juga mengalami gejala yang sama, roboh, kejang dan mengeluarkan air liur dan selanjutnya mati," tambah Imam.

Imam mengaku tidak tahu pasti kenapa sapi milik ayahnya tiba-tiba mati. Namun dia menduga sapi itu keracunan makanan. "Mungkin dari rumputnya yang mengandung racun. Sebelumnya memang tidak diberi makan rumput kayak gini," ujarnya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Lamongan Ir. Sukriyah, MM ketika dikonfirmasi menduga penyebab kematian sapi milik peternak di wilayah Kecamatan Tikung karena keracunan.

"Hasil survei dugaan sementara penyebab karena keracunan pakan dan Anthrax, karena faktor penyebab kematian hewan ternak itu dua hal tersebut. Tapi, di Lamongan bebas Anthrax," ujar Sukriyah didampingi Kabid Keswan, dr Puji Hermawan.

Ditegaskan Sukriyah sapi-sapi tersebut tidak mati dalam waktu yang bersamaan, melainkan bergiliran. Sehingga butuh penelitian terlebih dahulu untuk mengungkap penyebab kematianya. "Kita masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab kematian sapi secara mendadak tersebut," ujarnya

Ditambahkanya, dalam tempo Desember 2018 sampai detik ini ada sekitar 9 ekor sapi yang mati di wilayah yang sama. "Selama hampir dua bulan ini ada 9 ekor yang meninggal," pungkasnya. (qom/dur)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...