Rabu, 24 Juli 2019 04:19

Peringati Wafatnya Aktivis Lingkungan, Mapala Tuban Gelar Aksi Solidaritas dan Tanam Pohon

Minggu, 06 Januari 2019 18:24 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandoko
Peringati Wafatnya Aktivis Lingkungan, Mapala Tuban Gelar Aksi Solidaritas dan Tanam Pohon
Para mahasiswa pecinta alam saat menggelar aksi teatrikal.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Untuk memperingati perjuangan Edy Toyibi, aktivis lingkungan di Kabupaten Tuban, puluhan aktivis pecinta lingkungan yang tergabung dalam Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) se-Kabupaten Tuban melakukan aksi solidaritas dan penggalangan dukungan terhadap pelestarian lingkungan, Minggu (6/1).

Korlap Aksi, Luqmanul Hakim menyampaikan, bahwa Edy Toyibi murupakan sosok aktivis yang sangat teguh dalam memperjuangkan pelestarian lingkungan di Kabupaten Tuban. Di samping sebagai pendiri sekaligus pencetus adanya Mapala di Bumi Wali, keberadaannya juga menjadi guru sekaligus panutan bagi para aktivis lingkungan yang lebih muda dalam memperjuangkan kelestarian alam.

"Selama hidupnya, sosok Edy Toyibi selalu berkutat pada bidang lingkungan. Pribadinya yang santun, namun sangat tegas dalam menyikapi segala bentuk kerusakan lingkungan," terang Luqmanul Hakim.

Kini dua tahun sudah sosok yang sangat tegas dengan kerusakan lingkungan itu kembali kepada sang pencipta. Namun aksi yang ditunjukkan semasa hidupnya dapat menginspirasi para aktivis lingkungan muda lainnya yang ada di Kabupaten Tuban.

"Almarhum sangat keras dan tidak setuju dengan adanya kerusakan alam yang ada di Bumi Wali ini," ujar Luqman kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (6/1).

Selain membentangkan poster, puluhan massa tersebut juga menampilkan aksi teatrikal sebagai simbol semakin mengeringnya sumber-sumber mata air yang ada di Bumi Wali. Untuk itu, massa juga meminta adanya peran serta dari pemerintah dan pihak terkait lainnya dalam upaya pelestarian lingkungan.

"Di Tuban ini banyak mata air yang sudah mengering. Sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan, sebanyak 1.000 pohon akan kita tanam di lima titik sumber mata air," pungkasnya. Adapun lima sumber mata air yang menjadi titik lokasi penanaman pohon itu ada di Kecamatan Semanding. Yakni di Desa Bektiharjo, Desa Penambangan, Desa Jadi, dan Desa Ngino. (gun/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...