Rabu, 19 Juni 2019 06:59

Tafsir Al-Quran Spesial: Ramadhan, Bulan "Bohong"

Jumat, 04 Januari 2019 11:36 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: --
Tafsir Al-Quran Spesial: Ramadhan, Bulan "Bohong"
Ilustrasi

Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   

Pertanyaan klasik dan umum adalah: "Katanya, pada bulan Ramadhan pintu neraka ditutup, pintu surga dibuka dan syetan-syetan dirantai". Logikanya, bulan suci itu pasti mampu memacu ibadah secara otomatis tanpa hambatan, karena power fitrah dalam diri manusia "ON" dan bergerak sangat dinamis menuju Tuhan. Nyatanya, malasnya tak jauh beda dengan bulan sebelumnya, bahkan dengan bulan sesudahnya. Mengapa?

Ada bebrapa kemungkinan: Pertama, Nabi Muhammad SAW yang mensabdakan itu bohong. Kedua, Ramadhannya yang bohong, karena tidak ada istimewanya yang mencolok sesuai promosinya. Ketiga, kita, sang pengguna Ramadhan yang bohong. Puasanya agak terpaksa, tarawih karena ikut-ikutan, cepet-cepetan, gengsi memilih rakaat, 20 atau 8, sedekahnya musiman dan pamer.

Sebagai umat beriman, kemungkinan nomor satu dan nomor dua tentu kita coret, tinggal yang ketiga. Saat kami didesak untuk memberi alasan mengapa masih ada maksiat, masih ada malas. Penulis paparkan begini: Syetan itu kayak rokok. Anda yang semula tidak merokok, lalu dipengaruhi teman untuk mencoba merokok dan anda mau, maka saat itu anda tidak langsung kecanduan.

Bisa jadi, saat teman itu merayu anda, maka anda merokok. Saat teman itu tidak ada, maka anda tidak merokok. Tapi karena sering dan anda sudah menikmati, lalu kecanduan, maka, meskipun teman anda tidak ada di samping anda, anda akan ketagihan dan merokok sendiri. Begitulah, jika godaan syetan selama sebelas bulan sebelumnya itu lengket dan adiktif, meski selama Ramadhan syetan tidak menghampiri, maksiat dan malas berjalan otomatis.

Perokok yang tidak berhenti setelah Ramadhan, apakah dia mukmin yang berdusta? Tanya saja langsung kepadanya. Dia tidak merokok sebulan penuh itu karena keimanan atau karena keterpaksaan? Kan sudah terbukti, seharian penuh mampu tidak merokok dan makin sehat. Tinggal meneruskan saja di hari berikutnya. Orang bertaqwa pasti bisa memetik hikmah. Semoga Tuhan mengampuni kita.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Jumat, 31 Mei 2019 21:16 WIB
Penulis: Nabrisi Rohid*Tahapan Pemilu 2019 sudah berjalan lebih dari setahun. Pada 21 Mei 2019 dini hari, KPU telah menetapkan pemenang dalam Pemilu tahun ini. Setelah itu, muncullah berbagai gerakan untuk menolak hasil Pemilu. Gerakan tersebut dikem...
Minggu, 09 Juni 2019 23:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag53. Waqul li’ibaadii yaquuluu allatii hiya ahsanu inna alsysyaythaana yanzaghu baynahum inna alsysyaythaana kaana lil-insaani ‘aduwwan mubiinaan.Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, “Hendaklah mereka mengu...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Sabtu, 08 Juni 2019 16:07 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...