Rabu, 20 Maret 2019 17:20

Sarat Makna, Pakde Karwo Resmikan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha

Sabtu, 29 Desember 2018 11:29 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Yudi Arianto
 Sarat Makna, Pakde Karwo Resmikan Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha
Gubernur Jawa Timur Soekarwo saat sambutan dengan latar belakangnya Tugu Parasamya Purnakarya Nugraha dan titik nol di halaman kator Gubernur Jatim, Jumat (28/12) malam. foto: YUDI ARIANTO/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Dr Dr (HC) H Soekarwo, S.H., M.Hum, meresmikan tugu Parasamya Purnakarya Nugraha di depan Halaman Kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan No. 110, Surabaya, Jumat (28/12) malam.

Pakde Karwo, sapaan Soekarwo mengungkapkan, sebagaimana Mendagri sampaikan bahwa Jawa Timur adalah provinsi Parasamya Purnakarya Nugraha. Hal itu dibuktikan dengan tiga kali berturut-turut Jatim menerima penghargaan tersebut.

"Penghargaan Parasamya kali pertama diserahkan oleh Presiden Soeharto kepada Gubernur HM Noer pada 1974. Pada 2014, penghargaan ini diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan pada 2017, Jatim kembali menerima penghargaan ini dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Tjahjo Kumolo," ungkapnya.

Saat menyerahkan penghargaan pada 2017, lanjut Pakde Karwo, Mendagri berpesan agar prestasi meraih tiga kali penghargaan tersebut bisa dijadikan simbolik yang bisa dibaca dan dilihat. "Karena itu, kami membuat tugu Parasamya ini, tugu ini menjadi bagian sejarah dan pendidikan yang dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat Jawa Timur. Sejarah adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan,” lanjut Pakde.

Pakde Karwo menambahkan, tugu yang dibuat tersebut bukan semata-mata menampilkan benda mati saja, namun memiliki makna yang mendalam di baliknya. Ornamen tugu yang dibangun dengan biaya mencapai Rp 6,9 miliar ini menggambarkan secara indah rentetan kesenian budaya yang mencerminkan perjalanan sejarah.

"Tari Gandrung Banyuwangi menggambarkan semangat perjuangan masyarakat setempat yang saat itu memberikan hiburan untuk bangsa penjajah, setelah itu dilawan dan diusir dari Bumi Blambangan," tambahnya.

Selanjutnya, Tari Remo yang menggambarkan penyambutan kepada penjajah, yang kemudian dilakukan penyerangan terhadap mereka. Lalu ornamen Reog Ponorogo yang mencerminkan perlawanan terhadap ketidakadilan, serta ornamen Karapan Sapi asal Madura yang memiliki nilai sejarah olahraga dan kesenian khas masyarakat Madura.

"Khusus Ornamen Karapan Sapi ini mengandung pesan yaitu kepada masyarakat Jatim, khususnya para generasi milenial, untuk berlari seperti karapan. Di mana Karapan adalah simbolik cepatnya pembangunan di era sekarang, di mana siapa yang cepat dialah yang menang. Bukan yang besar yang menang, tapi yang cepat," imbuhnya.

Ia juga menambahkan, seharusnya tugu tersebut diresmikan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Pemprov Jatim ke-73 lalu. Tapi karena pembuatannya rumit sehingga baru selesai dua hari lalu dan bisa diresmikan Jumat kemarin.

Terkait konsep tugu tersebut, Pakde Karwo mengaku ide gabungan dari dirinya bersama seniman ternama asal Pulau Bali, I Nyoman Nuarta.

Dalam kesempatannya, I Nyoman Nuarta menuturkan, pihaknya bersyukur bisa menyelesaikan pembangunan tugu tersebut dalam waktu relatif singkat, yakni hanya 2,5 bulan. Tantangannya adalah menggabungkan karakter-karakter yang berbeda-beda dari berbagai daerah di Jatim.

“Seperti Karapan Sapi dari Madura, yang merupakan olahraga yang cepat, kemudian Tari Gandrung yang lemah lembut, dan Tari Barong yang masing-masing berbeda karakternya. Ini kita coba satukan untuk menjadi rangkaian komposisi yang bagus. Memang tidak mudah, tapi syukurlah kami bisa menuntaskan karya seni ini dalam 2,5 bulan lebih cepat dari target awal yang 4-5 bulan,” tuturnya.

Secara khusus, Pematung Garuda Wisnu Kencana di Pulau Dewata ini juga memuji Pakde Karwo yang sangat peduli dan memberi apresiasi tinggi terhadap kebudayaan. Sebab budaya adalah warisan leluhur bangsa yang adiluhur, budaya juga harus dikembangkan serta dilestarikan oleh bangsa sendiri, bukan oleh orang asing. (ian/ns)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 19 Februari 2019 16:59 WIB
BANGSAONLINE.com - Februari udah mau abis aja nih... Saygon Waterpark punya banyak banget promo menarik buat kalian di bulan Februari ini. Ayo... jangan sampai ketinggalan ya...1. Romantic Moment, Berdua Lebih HematBuat kalian yang dateng berdua sama...
H. Suparto Wijoyo
Rabu, 20 Maret 2019 10:57 WIB
Oleh: H. Suparto Wijoyo*PAPUA menghadirkan duka pada saat yang nyaris setarikan nafas panjang atas tragedi yang menimpa Jamaah shalat Jumat di Masjid An Noor, Christchurch, Selandia Baru, Jumat 15 Maret 2019. 49 orang tewas akibat pemberondongan...
Minggu, 17 Maret 2019 23:15 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag28. Wa-immaa tu’ridhanna ‘anhumu ibtighaa-a rahmatin min rabbika tarjuuhaa faqul lahum qawlan maysuuraanDan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka kat...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...