Sabtu, 21 September 2019 21:16

Bahayakan Warga, Polisi Pasang Police Line di Tepi Pantai TPI Tempursari

Jumat, 28 Desember 2018 13:29 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Imron Ghozali
Bahayakan Warga, Polisi Pasang Police Line di Tepi Pantai TPI Tempursari
Kapolres Lumajang turun langsung melihat kondisi bangunan yang roboh diterjang air laut.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Kepolisian Resort Lumajang memasang police line di tepi pantai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tempursari yang terkena abrasi pantai laut selatan. Pemasangan garis polisi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres setempat AKBP Muhammad Arsal Sahban, kemarin. Garis polisi dipasang persis di bagian bangunan yang mengggantung di tepi pantai.

"Ini adalah langkah antisipatif kami untuk mencegah adanya korban di lokasi wisata pantai TPI Tempursari ini. Sebab, kondisi bangunan yang menggantung seperti ini sangat berbahaya sekali," kata Kapolres Lumajang.

Selain memasang garis polisi, papan nama imbauan juga dipasang di lokasi terdampak abrasi tersebut. "Intinya, sekali lagi kami tidak mau ada musibah di tempat ini. Sebab, alam itu tidak bisa diprediksi, kadang bersahabat dengan kita, tapi terkadang menjadi momok yang menyeramkan dan mengancam jiwa kita," ungkap Arsal.

Kapolsek Tempursari Iptu Agus Sugiharto saat mendampingi Kapolres setempat mengatakan, ia mengaku sudah membuat tiga papan nama dengan ukuran sedang. "Jika dibutuhkan, maka akan kami tambah lagi," kata dia.

Sementara itu, Marji salah satu warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari yang warungnya terkena abrasi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada malam hari. Saat itu, kondisinya hujan dan terjadi banjir lahar hujan dari gunung Semeru.

"Jadi waktu itu air laut juga pasang dan bertemu dengan air banjir. Selanjutnya air menghantam warung kami pak hingga rusak seperti ini. Terus ke mana lagi kami akan jualan pak?," katanya sambil meneteskan air mata.

Ia hanya bisa berharap, pemerintah setempat bisa membangunkan tangkis dari geronjong batu. "Geronjong batu itu cukup kuat kok pak untuk menahan abrasi air laut, daripada hanya diberi sak pasir, karungnya mudah rapuh bila terkena air laut dan terkena hempasan ombak pun nantinya akan rusak," keluhnya.

Tidak hanya menghantam rumah dan warung warga, abrasi pantai selatan juga merusak bangunan musholla. Bangunan tersebut ambruk dan tidak bisa dipakai lagi. (ron/ns)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Jumat, 23 Agustus 2019 22:22 WIB
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Masyarakat Kabupaten Ngawi dan sekitarnya kini sedang gandrung dengan destinasi wisata baru di Desa Bringin, Kecamatan Bringin, Ngawi. Di mana, salah satu obyek wisata yang dikenal dengan nama 'Jurang Krowak' banyak men...
Rabu, 11 September 2019 18:57 WIB
Oleh: Em Mas'ud Adnan*Indonesia – terutama Jawa Timur – memang sepotong taman surga. Tanah subur, pohon rimbun, air mengalir dan gunung bertebaran menghiasi alam. Indah luar biasa. Masih ditambah satu anugerah lagi: keajaiban alam!Lihatlah blue...
Sabtu, 21 September 2019 15:30 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag61. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa qaala a-asjudu liman khalaqta thiinaanDan (ingatlah), ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu semua kepada Adam,” ...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...