Jumat, 27 November 2020 09:07

Bahayakan Warga, Polisi Pasang Police Line di Tepi Pantai TPI Tempursari

Jumat, 28 Desember 2018 13:29 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: Imron Ghozali
Bahayakan Warga, Polisi Pasang Police Line di Tepi Pantai TPI Tempursari
Kapolres Lumajang turun langsung melihat kondisi bangunan yang roboh diterjang air laut.

LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Kepolisian Resort Lumajang memasang police line di tepi pantai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tempursari yang terkena abrasi pantai laut selatan. Pemasangan garis polisi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres setempat AKBP Muhammad Arsal Sahban, kemarin. Garis polisi dipasang persis di bagian bangunan yang mengggantung di tepi pantai.

"Ini adalah langkah antisipatif kami untuk mencegah adanya korban di lokasi wisata pantai TPI Tempursari ini. Sebab, kondisi bangunan yang menggantung seperti ini sangat berbahaya sekali," kata Kapolres Lumajang.

Selain memasang garis polisi, papan nama imbauan juga dipasang di lokasi terdampak abrasi tersebut. "Intinya, sekali lagi kami tidak mau ada musibah di tempat ini. Sebab, alam itu tidak bisa diprediksi, kadang bersahabat dengan kita, tapi terkadang menjadi momok yang menyeramkan dan mengancam jiwa kita," ungkap Arsal.

Kapolsek Tempursari Iptu Agus Sugiharto saat mendampingi Kapolres setempat mengatakan, ia mengaku sudah membuat tiga papan nama dengan ukuran sedang. "Jika dibutuhkan, maka akan kami tambah lagi," kata dia.

Sementara itu, Marji salah satu warga Desa Bulurejo, Kecamatan Tempursari yang warungnya terkena abrasi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada malam hari. Saat itu, kondisinya hujan dan terjadi banjir lahar hujan dari gunung Semeru.

"Jadi waktu itu air laut juga pasang dan bertemu dengan air banjir. Selanjutnya air menghantam warung kami pak hingga rusak seperti ini. Terus ke mana lagi kami akan jualan pak?," katanya sambil meneteskan air mata.

Ia hanya bisa berharap, pemerintah setempat bisa membangunkan tangkis dari geronjong batu. "Geronjong batu itu cukup kuat kok pak untuk menahan abrasi air laut, daripada hanya diberi sak pasir, karungnya mudah rapuh bila terkena air laut dan terkena hempasan ombak pun nantinya akan rusak," keluhnya.

Tidak hanya menghantam rumah dan warung warga, abrasi pantai selatan juga merusak bangunan musholla. Bangunan tersebut ambruk dan tidak bisa dipakai lagi. (ron/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...