Rabu, 22 Mei 2019 16:52

Mengulas Loyalitas Suporter Persibo, Tetap Setia Meski di Liga 3

Senin, 24 Desember 2018 13:09 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
Mengulas Loyalitas Suporter Persibo, Tetap Setia Meski di Liga 3
Para supporter Persibo berkumpul untuk membahas masa depan tim. foto: EKY NURHADI/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Di sebuah warung berlampu remang-remang kekuningan, ratusan muda-mudi yang didominasi para lelaki berkumpul. Mereka berseragam kaos orange dan hitam. Ada pula yang mengenakan syal.

Mereka adalah para suporter Persibo. Sebuah klub lokal Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang kini berkompetisi di Liga 3.

Meski berlaga di kompetisi liga terendah Indonesia, namun Persibo memiliki basis suporter yang besar, fanatik dan loyal. Mereka selalu setia, bahkan bisa jadi hingga akhir menutup mata.

Minggu malam, (23/12/18) salah satu contoh kesetiannya, berbagai elemen suporter Persibo Bojonegoro seperti Boro Mania, Curva Nord 1949, serta beberapa kelompok suporter lainnya berkumpul di warung Patrem, Desa Pekuwon, Kecamatan Sumberejo, Bojonegoro.

Acaranya sederhana. Temanya, Aku, Kamu, Persibo selamanya. Hadir dalam acara itu Chief Executive Officer (CEO) Abdullah Umar dan manajer keuangan Sally Atyasasmi. Acara itu menjadi ajang reuni dan silaturahmi antara manajemen dengan para suporter, setelah beberapa bulan terakhir tidak membaur di lapangan (di Stadion).

Santai dan saling sapa antara kelompok suporter satu dengan suporter lainnya. Sembari menyeduh kopi, mereka juga menikmati camilan kacang, jagung, serta pisang rebus. Momen itu tampak hangat dan kompak.

Selain silaturahmi, acara itu juga bagian dari kebangkitan Persibo Bojonegoro ke depan. Manajemen dan suporter bertukar pikiran. Sejumlah ide gagasan diusulkan. Pun juga beberapa kebijakan disampaikan oleh manajemen.

Lukas, salah satu suporter saat audiensi dengan Umar dan Sally meminta agar manajemen segera melakukan pembentukan tim, karena informasinya bulan April 2019 Liga 3 Regional Jawa Timur sudah bergulir.

"Jika ada kendala terkait keuangan atau apa, manajemen secepatnya berbicara dengan suporter, kami siap membantu pendanaan Persibo. Bahkan kami siap turun jalan serta mengumpulkan donasi secara mandiri," ujarnya semangat.

Senada diungkapkan Eko, perwakilan Boro Surabaya (suporter Persibo yang merantau di Surabaya). Dia meminta manajemen segera mencari pelatih, pemain, dan membentuk tim.

"Kami memaklumi kalau saat ini pembentukan tim masih terbentur regulasi, tetapi saya kira membentuk tim terlebih dahulu sambil menunggu regulasi itu lebih baik, agar persiapan tim bisa maksimal dan matang," katanya.

Abdullah Umar menanggapi saran dan keluh kesah para suporter. Dia menjelaskan soal regulasi. Pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Asprov PSSI Jawa Timur terkait regulasi Liga 3 musim 2019.

"Tadi jam 18.35 WIB (Minggu sore) kami sudah berkomunikasi dengan pihak Asprov, bahwa intinya saat ini belum dilakukan pembahasan terkait regulasi baik Liga 1, 2 maupun Liga 3," katanya menjelaskan

"Sepakbola Indonesia saat ini sedang diguncang beberapa masalah, sehingga PSSI dan Asprov belum bisa membuat regulasi," terang Umar.

Dia menyampaikan, soal format kompetisi maupun regulasi Liga 3 kemungkinan akan dibahas pada Kongres Nasional PSSI di Bali pada 20 Januari 2019.

"Soal format maupun regulasi akan dibahas di Kongres Bali. Kemudian jika banyak yang bertanya musim depan Persibo di Liga 3 atau 4? Kami pastikan Persibo masih di Liga 3, karena wacananya tidak ada Liga 4 untuk musim depan," katanya menegaskan.

Sally Atyasasmi manajer keuangan Persibo mengatakan, pertemuan seperti ini ke depan akan terus dilakukan, sebagai upaya komunikasi serta transparansi tim Persibo.

"Jadi pertemuan ini bukan bahas politik, tetapi murni untuk kelancaran dan keberhasilan Persibo ke depan. Malam ini banyak sekali masukan yang diberikan, semoga apa yang kita cita-citakan yaitu Persibo lolos Liga 2 tercapai," ucapnya.

Musim depan, Sally dan Umar mematok target Persibo lolos ke kasta Liga 2. Apalagi para suporter, otomatis sangat menginginkan.

"Kita sudah komunikasi dengan berbagai pihak termasuk Bupati Bojonegoro baru (Anna Muawwanah), beliau siap membantu pendanaan Persibo entah nanti teknisnya seperti apa," tega Sally Atyasasmi.

Sekadar diketahui, Persibo Bojonegoro pernah berjaya pada zamannya. Musim 2009-2010 Persibo menjadi juara Divisi Utama (saat ini Liga 2, red), kemudian 2011 tim berjuluk Laskar Angling Dharma ini berlaga di Liga Super Indonesia (kini Liga 1).

Kejayaan Persibo tidak berhenti d isitu, 2012 Persibo Bojonegoro mencatatkan sejarah sebagai tim Juara Piala Indonesia, dan mendapat gelar the giant killers (pembunuhan tim raksasa). Persibo sebagai juara bertahan Piala Indonesia hingga pertengahan 2018 kemarin, setelah pada laga pembukaan kalah melawan Madura United.

Persibo mengalami keterpurukan pada 2012. Gara-gara menyebrang ke kompetisi Liga Premier Indonesia (LPI) yang berstatus liga tandingan dari Liga Super Indonesia, Persibo dihukum PSSI.

Padahal, kala itu Persibo sedang melakoni beberapa pertadingan di Piala AFC Cup. Namun karena sedang diguncang berbagai persoalan, performa Persibo di AFC jeblok. Persibo pun beberapa pertadingan mengalami kekalahan cukup besar.

2016 nama Persibo kembali diputihkan oleh PSSI. Persibo pun bisa berkompetisi di liga resmi. Namun harus dari kompetisi terendah, yakni Liga 3 Regional Jatim.

Musim 2017-2018 Persibo menjalani kompetisi di Liga 3, namun dua musim gagal melangkah ke kasta Liga 2.

Meski bermain di Liga 3, Persibo Bojonegoro merupakan tim yang beruntung, karena punya suporter yang militan dan loyal. Beberapa kelompok suporter Persibo selalu mendukung baik saat laga di kandang maupun tandang.

Bahkan Persibo tercatat sebagai salah satu tim di Liga 3 yang memiliki jumlah suporter besar selain Persekabpas Pasuruan ataupun Arema Indonesia.

Suporter besar itu mengharapkan timnya lekas naik kasta Liga 2. Terus mensuport manajemen hingga membantu pendanaan bakal kembali dilakukan seperti pada kompetisi sebelumnya.

Di dada mereka tertanam dalam nama Persibo. Bahkan, Persibo adalah detak jantung mereka. (nur/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...