Selasa, 23 April 2019 00:01

Selfie saat Rombongan Probowo-Sandi Lewat, Kades Sampangagung Dihukum Dua Bulan Penjara

Kamis, 13 Desember 2018 17:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Soffan Soffa
Selfie saat Rombongan Probowo-Sandi Lewat, Kades Sampangagung Dihukum Dua Bulan Penjara
Kades Nono saat mengikuti sidang pembacaan vonis. foto: SOFFAN/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Sampangagung, Suhartono atau akrab dipanggil Lurah Nono yang terjerat kasus pelanggaran pemilu, menjalani sidang terakhirnya, Kamis (13/12).

Sidang terakhir ini, yakni pembacaan putusan atau vonis oleh Majelis Hakim, Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berlangsung di ruang Cakra pukul 14.00 WIB.

Majelis Hakim Hendra Hutabarat saat membacakan surat putusan menjatuhkan vonis kepada Kepala Desa Sampangagung, Suhartono, yakni terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. "Kepala Desa Sampangagung Suhartono secara sah, divonis 2 bulan penjara dengan denda Rp 6 juta subsider 1 bulan," katanya dalam persidangan yang terbuka untuk umum.

Menanggapi putusan hakim tersebut, Abdul Malik selaku Kuasa Hukum Suhartono menyatakan banding dan meminta salinan amar putusan. Saat ditemui, Abdul Malik menjelaskan jika putusan hakim tersebut dinilai sangat janggal. Sebab dalam peristiwa yang sama pada pemilu kepala daerah Kota Mojokerto beberapa waktu lalu, ada seorang oknum ASN yang juga terlibat kampanye dari salah satu paslon. Namun ASN tersebut hanya dijatuhi hukuman masa percobaan.

Namun dalam kasus ini kliennya hanya terlihat selfie saat rombongan Prabowo-Sandi lewat malah dikenakan hukuman penjara. “Kami akan banding. Untuk itu, kami akan segera minta salinan amar putusan tersebut. Biasanya dalam sengketa pilkada hukumannya ada percobaannya, takutnya hakim tadi salah baca,” terangnya.

Sementara itu terpisah, tim pemenangan Prabowo-Sandi Mojokerto Budi Mulyo saat ditemui menilai bahwa putusan tersebut tidak adil. Sebab, hukuman dua bulan hanya untuk selfie menurutnya sangat tidak akal. “Kita ini menuntut keadilan, kalau putusannya seperti ini sangat tidak sesuai dengan keadilan hukum yang berlaku. Kita akan terus perjuangakan sampai Bapak Suhartono ini bebas demi hukum,” terangnya. (sof/gus/rev)

Polda Jatim Gerebek Pabrik Makanan Ringan Berbahan Tawas dan Bumbu Kadaluarsa di Sidoarjo
Jumat, 15 Maret 2019 05:14 WIB
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Tim Satgas Pangan Polda Jatim menggerebek pabrik produksi makanan ringan (snack) di Dusun Dodokan, Desa Tanjungsari, Taman, Sidoarjo, Kamis (14/3). Dalam penggerebekan ditemukan bahan baku berbahaya dan kadaluarsa y...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Izza Kustiarti
Senin, 22 April 2019 17:12 WIB
Oleh: Izza Kustiarti*Pemilu serentak 2019 merupakan pemilu perdana yang menyertakan antara pemilihan legislatif dengan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan titah dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nom...
Senin, 22 April 2019 00:24 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag36. Walaa taqfu maa laysa laka bihi ‘ilmun inna alssam’a waalbashara waalfu-aada kullu ulaa-ika kaana ‘anhu mas-uulaanDan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Se...
Dr. KH. Imam Ghazali Said.
Jumat, 01 Februari 2019 11:02 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...