Kamis, 18 Juli 2019 08:31

Selfie saat Rombongan Probowo-Sandi Lewat, Kades Sampangagung Dihukum Dua Bulan Penjara

Kamis, 13 Desember 2018 17:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Soffan Soffa
Selfie saat Rombongan Probowo-Sandi Lewat, Kades Sampangagung Dihukum Dua Bulan Penjara
Kades Nono saat mengikuti sidang pembacaan vonis. foto: SOFFAN/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Kepala Desa Sampangagung, Suhartono atau akrab dipanggil Lurah Nono yang terjerat kasus pelanggaran pemilu, menjalani sidang terakhirnya, Kamis (13/12).

Sidang terakhir ini, yakni pembacaan putusan atau vonis oleh Majelis Hakim, Pengadilan Negeri Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur berlangsung di ruang Cakra pukul 14.00 WIB.

Majelis Hakim Hendra Hutabarat saat membacakan surat putusan menjatuhkan vonis kepada Kepala Desa Sampangagung, Suhartono, yakni terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindakan melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. "Kepala Desa Sampangagung Suhartono secara sah, divonis 2 bulan penjara dengan denda Rp 6 juta subsider 1 bulan," katanya dalam persidangan yang terbuka untuk umum.

Menanggapi putusan hakim tersebut, Abdul Malik selaku Kuasa Hukum Suhartono menyatakan banding dan meminta salinan amar putusan. Saat ditemui, Abdul Malik menjelaskan jika putusan hakim tersebut dinilai sangat janggal. Sebab dalam peristiwa yang sama pada pemilu kepala daerah Kota Mojokerto beberapa waktu lalu, ada seorang oknum ASN yang juga terlibat kampanye dari salah satu paslon. Namun ASN tersebut hanya dijatuhi hukuman masa percobaan.

Namun dalam kasus ini kliennya hanya terlihat selfie saat rombongan Prabowo-Sandi lewat malah dikenakan hukuman penjara. “Kami akan banding. Untuk itu, kami akan segera minta salinan amar putusan tersebut. Biasanya dalam sengketa pilkada hukumannya ada percobaannya, takutnya hakim tadi salah baca,” terangnya.

Sementara itu terpisah, tim pemenangan Prabowo-Sandi Mojokerto Budi Mulyo saat ditemui menilai bahwa putusan tersebut tidak adil. Sebab, hukuman dua bulan hanya untuk selfie menurutnya sangat tidak akal. “Kita ini menuntut keadilan, kalau putusannya seperti ini sangat tidak sesuai dengan keadilan hukum yang berlaku. Kita akan terus perjuangakan sampai Bapak Suhartono ini bebas demi hukum,” terangnya. (sof/gus/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Sabtu, 06 Juli 2019 15:08 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...