Minggu, 26 Mei 2019 11:21

RSUD Tuban Punya Robot Canggih Penyembuh Orang Gila

Kamis, 29 November 2018 20:03 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
RSUD Tuban Punya Robot Canggih Penyembuh Orang Gila
Para tenaga medis RSUD Tuban usai mengikuti acara seminar pengenalan alat-alat medis baru yang didatangkan.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Koesma Tuban semakin dimanjakan dengan kehadiran beberapa alat kesehatan canggih yang dimiliki.

Hal ini dilakukan untuk memberikan peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih layak bagi masyarakat. Tak tanggung-tanggung, pihak rumah sakit (RS) mendatangkan tiga alat sekaligus untuk meningkatkan pelayanan publik. Yakni, Bronkoskopi dan Endoscopy, EEG, dan Robot Autism.

Bronkoskopi dan Endoscopy ini cara kerjanya hampir sama. Bronkoskopi caranya dengan memasukkan alat ke dalam saluran pernapasan untuk mengetahui kelainan-kelainan yang ada di dalam paru-paru. Sementara Endoscopy untuk mengetahui kelainan yang ada pada saluran pencernaan.

Direktur RSUD Dr. Koesma Tuban, Saiful Hadi, berharap rumah sakit ini mampu menjadi rujukan untuk masyarakat Tuban yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebab, menjadi rumah sakit satu-satunya bertipe B yang ada di bumi wali, sudah sewajarnya memiliki sarana dan prasarana lebih komplit dari RS lainnya.

"Beberapa inovasi di bidang teknologi ini meliputi teknologi alat kedokteran dan teknologi informasi, semua untuk meningkatkan dan mempercepat pelayanan pasien. Alhamdulillah rumah sakit ini sekarang sudah memiliki alat yang lumayan canggih," ujar Syaiful Hadi usai mengelar seminar kesehatan di aula RSUD Dr Koesma lantai dua, Kamis (29/11).

Terbaru, rumah sakit berplat merah tersebut saat ini memiliki alat paling canggih yang belum banyak ditemui di rumah sakit di Jawa Timur. Yakni, Robot Autism. Sekadar diketahui, robot ini baru dapat ditemui di empat rumah sakit yang ada di Jatim, salah satunya di RSUD Dr. Koesma Tuban.

"Alat ini baru ada di Dr. Soetomo Surabaya, Malang, dan Blitar. Alhamdulillah saat ini kita sudah memiliki alat ini," tegasnya.

Pihak rumah sakit harus rela merogoh kocek agak dalam untuk mendapatkan satu set perangkat itu, karena alat tersebut harus didatangkan langsung dari Jerman. Anggaran senilai Rp. 16 Miliar masih dianggap wajar melihat manfaat dari alat itu yang diklaim mampu menyembuhkan penyakit gangguan jiwa tersebut.

Dalam waktu dekat alat itu rencananya secepatnya akan dilaunching dan bisa dipergunakan untuk mengobati pasien yang terkena ganguan jiwa. Di samping itu, alat ini juga dapat dipergunakan bagi mereka yang terkena penyakit stroke dan kelumpuhan selama bertahun-tahun.

"Cara kerja alat ini, pasien didudukkan di sebuah kursi, kemudian beberapa organ tubuh akan dipasang alat robot yang berfungsi untuk mendeteksi syaraf di dalam otak yang mengalami kerusakan. Kemudian pasien akan diberikan terapis secara berkala," imbuh Syaiful.

Fasilitas premium ini tidak hanya dapat dirasakan bagi kalangan elit saja, namun masyarakat kelas menengah ke bawah pun juga bisa menikmati manfaat dari alat tersebut. Melihat biaya yang dikeluarkan juga tidak tergolong besar untuk sekali berobat. Warga yang ingin berobat hanya dikenakan tarif sekitar Rp. 150 ribu saja sekali terapi.

"Biaya ini belum termasuk obat yang diberikan oleh dokter jiwa. Biaya terapi pasien dengan ganguan jiwa belum bisa dibayar dengan mengunakan dana BPJS kesehatan mengingat BPJS sendiri belum mengajukan anggaran untuk pengobatan terapi ini. Namun kita akan ajukan supaya pelayanan ini nantinya juga bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat ini seluruh tenaga medis yang bekerja di rumah sakit itu juga diwajibkan untuk mengikuti acara seminar yang bertujuan untuk mengenalkan alat-alat medis yang didatangkan. Selain robot autism, pihaknya juga membeli sejumlah alat.

"Untuk robot autism ini dapat dioperasikan akhir tahun ini. Tenaga medis khusus juga telah kita persiapkan untuk mengoperasikan alat ini. Total RSUD Dr. Koesma ini sudah memiliki sebanyak 18 alat kesehatan yang sebelumnya hanya terdapat 6 alat," pungkasnya. (gun/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Selasa, 26 Maret 2019 21:54 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 ajak beberapa wartawan wilayah Madiun, mulai dari wartawan cetak, online, dan televisi, ke tempat bangunan bersejarah Lawang Sewu dan Stasiun Ambarawa, Selasa (26/3). Kegiatan ini dilakukan selama dua hari (25-26...
Suparto Wijoyo
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SAYA menyaksikan penuh kagum terhadap para kompetitor yang menyorong sekehendaknya. Dengan nyaman menikmati gelisah rakyat yang sangat mayoritas. Para promotor pertandingan tergiring dalam alun langkahnya dengan kosa laku yang...
Sabtu, 18 Mei 2019 12:13 WIB
Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag41. Walaqad sharrafnaa fii haadzaa alqur-aani liyadzdzakkaruu wamaa yaziiduhum illaa nufuuraanDan sungguh, dalam Al-Qur'an ini telah Kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat. Tetapi (p...
Dr. KH. Imam Ghazali Said
Jumat, 17 Mei 2019 16:44 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...