Senin, 22 Juli 2019 07:29

Pemilu 2019, Total Pemilih di Jawa Timur 31.011.960

Rabu, 14 November 2018 21:23 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
Pemilu 2019, Total Pemilih di Jawa Timur 31.011.960
Komisioner KPU Jatim saat pleno penetapan DPTHP 2 Pemilu 2019 di hotel Elmi, Surabaya. Foto : DIDI R/BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur menetapkan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP-2) dalam pemilihan umum tahun 2019. Total ada sebanyak 31.011.960 pemilih, meliputi 15.264.920 pemilih laki-laki dan 15.747.040 pemilih perempuan. Dibanding DPTHP-1 sebanyak 30.490.255 pemilih DPTHP-2 mengalami kenaikan 521.705 pemilih.

“DPTHP-2 ini akan ditetapkan menjadi DPT karena akan dipakai sebagai dasar pengadaan logistik baik untuk perlengkapan TPS, surat suara, perencanaan anggota KPPS dan lain sebagainya,” ujar komisioner KPU Jatim, Khoirul Anam disela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi DPT Hasil Perbaikan 2 di Hotel Elmi Surabaya, Rabu (14/11).

Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, lanjut Anam, Kota Surabaya menempati peringkat pertama dengan jumlah pemilih sebanyak 2.118.843 pemilih, disusul Kab Malang sebanyak 2.003.679 pemilih, lalu Kab Jember sebanyak 1.866.654 pemilih, Kab Sidoarjo sebanyak 1.394.483 dan Kab Banyuwangi 1.323.840 pemilih.

“Ada sembilan daerah yang jumlah pemilihnya diatas 1 juta, yaitu Surabaya, Malang, Jember, Sidoarjo, Banyuwangi, Pasuruan, Lamongan, Bojonegoro dan Jombang,” ujar pria asli Sidoarjo ini.

Sedangkan kota dengan jumlah pemilih terendah ditempati oleh Kota Mojokerto sebanyak 98.090 pemilih, disusul Kota Blitar sebanyak 114.443 pemilih, Kota Pasuruan 145.737 pemilih, Kota Madiun 148.079 pemilih, Kota Batu 153.738 pemilih, Kota Probolinggo 167.194 pemilih, Kota Kediri 203.664 pemilih dan Kota Malang sebanyak 624.713 pemilih.

Kendati DPTHP-2 ditetapkan menjadi DPT, namun jumlah pemilih di Pemilihan Umum mendatang masih fleksibel yaitu bisa bertambah atau berkurang karena sebelum 17 April 2019 masih terus dilakukan pemutakhiran data pemilih. Namun mereka nantinya akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih tambahan.

“Jumlah pemilih bisa bertambah karena orang yang berusia 17 tahun atau menikah sebelum hari H pemilihan umum bisa memiliki hak pilih. Selain itu juga bisa berkurang karena ada pemilih yang meninggal atau diangkat menjadi anggota Polri dan TNI,” imbuhnya.

Sementara itu Aan Ainur Rofiq perwakilan Partai Golkar Jatim yang turut hadir berharap KPU terus melakukan update data pemilih karena potensi pemilih bertambah dan berkurang masih ada sebelum hari H pelaksanaan pemilihan umum 2019.

“Bawaslu dan Panwaslu juga harus ikut mengawasi dan menfasilitasi jika masih ada pemilih yang berhak mendapatkan hak pilih tak bisa menggunakan hak pilihnya,” ujar Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim tersebut. (mdr/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...