Jumat, 19 Juli 2019 22:19

Dr Tan Kampanye Menutrisi Tubuh dengan Sayuran

Minggu, 11 November 2018 17:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Dr Tan Kampanye Menutrisi Tubuh dengan Sayuran
Dr Tan Shot, dan Kadinkes Christiana Indah Wahyu serta jajaran Dinas Kesehatan Kota Mojokerto usai seminar. foto: YUDI EP/ BANGSAONLINE

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Pakar gizi dan konsultan kesehatan Dr dr Tan Shot Yen bicara blak-blakan rahasia hidup sehat. Pakar yang juga kerap menjadi narasumber di TV Nasional itu mengajak masyarakat makan sayur untuk memagari tubuh dari penyakit tidak menular (PTM).

"Petugas kesehatan harus memahami seperti apa makanan yang sehat dan bagaimana cara menyampaikannya ke masyarakat. Semua harus kreatif dan inovatif," ungkapnya saat menjadi pembicara dalam seminar kesehatan di Ayola Hotel, Minggu (11/11/2018).

Dokter Tan mencontohkan, anak-anak di posyandu selalu diberi bubur kacang hijau. "Pertanyaannya, mengapa harus bubur selalu kacang hijau? Masih banyak makanan yang sehat yang bisa diberikan untuk tumbuh kembang si anak, semua sayur, buah dan ikan itu sumber nutrisi," terangnya.

Dokter Tan juga menyarankan agar para ibu selalu memberi makanan sehat kepada anaknya dan tidak ketergantungan dengan makanan yang digoreng. “Makanan itu tidak harus digoreng, bisa dikukus, bisa dipanggang, atau di sup,” tambahnya.

Selain itu, dokter Tan juga meminta agar masyarakat merubah kebiasaan menyukai makanan olahan, karena secara kandungan di dalamnya sudah banyak berkurang. “Opor ayam jelas lebih bagus kandungan gizinya daripada sup sosis ayam. Tapi banyak yang lebih suka sup sosis yang kelihatan jernih dan cantik,” ularnya.

Menurut dokter Tan, untuk mencegah penyakit yang tidak menular harus dilakukan kampanye hidup sehat, seperti membiasakan makan sayur dan buah, serta memberi informasi kepada masyarakat mengenai makanan sehat yang banyak berada di sekitar kita.

Celakanya, dalam acara yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, dokter memaparkan sebuah survei yang mengatakan tingkat konsumsi masyarakat akan sayur dan buah (Sabu) di Indonesia hingga kini masih relatif rendah. Padahal sayur dan buah merupakan sumber nutrisi yang sangat baik untuk keehatan, juga untuk tumbuh kembang anak.

Sementara itu Christiana Indah Wahyu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengatakan, gerakan masyarakat makan sayur buah, periksa kesehatan dan aktivitas fisik (Germas Sabu Perak) di Kota Mojokerto harus terus dikampanyekan.

“Dengan seminar ini, saya berharap kampanye Germas Sabu Perak bisa lebih dioptimalkan. Sehingga warga Kota Mojokerto akan terbiasa berpola hidup sehat dan endingnya PTM bisa dicegah,” tandasnya.

Seminar kesehatan yang mengangkat tema “Cegah Penyakit Tidak Menular Sebelum Petaka Menjalar” ini diikuti petugas dari Puskesmas, Rumah Sakit dan pemerhati kesehatan di Mojokerto. (yep/rev)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...