Rabu, 21 November 2018 09:55

BPJS Rangkul Ratusan BUMDes di Bojonegoro untuk Menjadi Peserta

Kamis, 08 November 2018 17:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Eky Nurhadi
BPJS Rangkul Ratusan BUMDes di Bojonegoro untuk Menjadi Peserta
Cotta Sembiring, Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS kantor pusat (kiri) bersama Agus Supriyanto (tengah) dan Dadang Setiawan (kanan).

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Pusat bekerja sama dengan BPJS Cabang Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan sosialisasi program BPJS ketenagakerjaan bagi para pekerja non formal. Adalah ratusan pengurus BUMDes di Bojonegoro sebagai pesertanya.

Cotta Sembiring Deputi Direktur Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS kantor pusat saat di Bojonegoro mengatakan, BPJS telah bekerja sama dengan BUMDes se-Indonesia sebagai penggerak jaminan sosial.

"Sedangkan di Bojonegoro ini karena beberapa desa sudah terdaftar di BPJS ketenagakerjaan, sehingga BUMDes-nya harus kita rangkul juga sebagai peserta untuk memperoleh perlindungan ketenagakerjaan," ujar Cotta, Kamis (08/11/18).

Sambung dia, kalau anggota BUMDes di Bojonegoro ini serentak ikut mendaftarkan, maka ada sekitar 3.000 lebih peserta yang akan tercover dalam program BPJS ketenagakerjaan.

"Di Bojonegoro ada 419 desa dan 183 desa tercatat memiliki BUMDes, tetapi yang aktif sementara sebanyak 158. Nah, ini yang akan kita kedepankan dulu. Harapannya anggota BUMDes tahu dan memahami program ini, karena sudah jelas manfaatnya, juga akan memberikan kenyamanan dalam bekerja," paparnya.

Dia menegaskan, secara amanat undang-undang bahwa setiap pekerja baik formal maupun non formal harus mendapatkan program BPJS ketenagakerjaan ini. Karena itu, ia berharap seluruh BUMDes bisa tercover program tersebut.

Ia khawatir jika suatu saat terjadi musibah yang tidak diinginkan hingga berujung pada kematian, akan terjadi polemik. Pasalnya, satu sisi ada karyawan yang mendapatkan bantuan karena tercover BPJS, sedangkan lainnya belum.

"Nah, dari sini bisa memunculkan opini diskriminasi. Selain itu kita sebagai lembaga yang ditunjuk berarti kurang maksimal melakukan sosialisasi. Maka dari itu saya berharap program ini dijadikan langkah strategis untuk menjamin kenyamanan dalam bekerja di desa," tuturnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Bojonegoro Agus Supriyanto juga memendorong semua pekerja baik formal maupun informal di Bojonegoro mengikuti program BPJS. Kata dia, karena manfaatnya sudah jelas.

"Yang penting keikutsertaan BPJS ini tidak mengikuti arahan undang-undang, tetapi ikut BPJS untuk perlindungan diri sendiri. BPJS dengan kami sanggup terus melakukan sosialisasi ke desa-desa. Kami diundang tanpa surat saja datang kok," ucapnya.

Senada diungkapkan Dadang Setiawan, Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, sosialisasi kepada BUMDes maupun para pekerja informal lainnya akan terus dilakukan ke depannya.

"Jadi kami bersama dinas PMD, Disnaker maupun instansi lainnya akan terus bekerja sama melakukan sosialisasi program ini. Bahkan jika ada desa yang ingin mengundang, kami selalu siap," katanya menambahkan. (nur/rev)

Rabu, 14 November 2018 00:10 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo*SUASANA khusuk menyelimuti Jumat malam 9 November 2018 di lorong-lorong kampung, di ruas-ruas musholla, di beranda-beranda langgar, di ruang-ruang masjid, surau ataupun gardu desa. Rakyat membaca doa dengan selingan renungan tent...
Senin, 19 November 2018 11:17 WIB
Oleh: Dr. KH A Musta'in Syafi'ie M.Ag. . .   Waja’alnaa allayla waalnnahaara aayatayni famahawnaa aayata allayli waja’alnaa aayata alnnahaari mubshiratan litabtaghuu fadhlan min rabbikum walita’lamuu ‘adada alssiniina waalhisaaba...
Sabtu, 10 November 2018 10:00 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<...
Selasa, 06 November 2018 22:28 WIB
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dua tahun terakhir Kabupaten Madiun mendapatkan penghargaan Anugerah Wisata Tingkat Provinsi Jawa Timur. Pertama anugerah wisata buatan terbaik provinsi diraih Taman Wisata Madiun Umbul Square tahun 2017, menyusul kemudian ...