Sabtu, 04 Juli 2020 09:47

Pesan-pesan Komandan Satkorcab Banser Tuban Jelang Pemilu 2019

Kamis, 25 Oktober 2018 18:49 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Pesan-pesan Komandan Satkorcab Banser Tuban Jelang Pemilu 2019
Ahmad Syafii

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Tuban Ahmad Syafi’i mengajak seluruh masyarakat Tuban turut mewujudkan Pemilu 2019 yang adil dan damai. Hal ini dilakukan demi membangun bangsa yang lebih baik. 

"Pemilu merupakan instrumen demokrasi dalam membangun bangsa. Melalui Pemilu, setiap warga negara berhak menentukan pilihannya untuk mengharapkan perubahan yang lebih baik sesuai apa yang dicita-citakan Bangsa Indonesia. Dalam tahapan Pemilu 2019 saat ini, kita telah memasuki tahap kampanye yang meliputi Pemilihan Legislatif maupun Pemilihan Presiden," papar Ahmad Syafi'i, Kamis (25/10).

Terkait masa kampanye yang panjang hingga bulan April 2019, ia berharap baik kepada Calon Legislatif maupun Calon Presiden dapat mematuhi rambu-rambu yang telah ditentukan KPU maupun Bawaslu.

"Berkampanye harus dilakukan dengan ucapan yang santun, saling menghormati, dan menjunjung norma-norma yang berlaku. Jangan sampai agama dijadikan sebagai alat untuk berkampanye, karena dapat memicu perpecahan antar umat beragama. Agama harus tetap dijadikan sebagai kemaslahatan umat, yang artinya agama ini ada seungguhnya untuk melindungi umat, bukan malah dijadikan sebagai alat perpecahan," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga berpesan kepada masing-masing pendukung capres, baik Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandi, agar saling menghargai satu sama lain.

"Karena pada akhirnya yang terpilih hanya satu, dan mau tidak mau itu adalah pimpinan kita. Jangan sampai adanya rivalitas akan terbawa hingga 3-4 tahun ke depan setelah pelaksananan Pemilu 2019. Kepada seluruh pendukung ataupun masyarakat luas, apapun hasilnya dalam Pemilu nanti harus kita tetap saling menghormati dan berdamai."

"Mungkin sekarang teman, namun kelak akan juga menjadi lawan ataupun sebaliknya. Itu adalah politik," tuturnya.

"Sejarah demokrasi di Indonesia memang seringkali diwarnai dengan trauma dendam politik dan kekerasan. Dalam politik menang dan kalah adalah hal yang wajar. Untuk itu, kepada seluruh Peserta Pemilu 2019 diharapkan apabila terpilih dan menang untuk tidak sombong, besar kepala dan mengedepankan egonya. Semua harus tetap menghargai, bahkan yang menang harus dapat merangkul yang kalah," pungkasnya. (gun/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Jumat, 03 Juli 2020 22:23 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...