foto: AKINA NUR ALANA/ BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Kasus surat panggilan palsu yang mengatasnamakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Blitar melebar ke mana-mana. Setelah dilaporkan ke polisi karena dugaan menyebarkan berita bohong melalui medsos terkait surat palsu, aktivis anti korupsi Blitar Mohamad Triyanto akhirnya buka suara.
Kepada sejumlah awak media, Mohamad Triyanto mengaku pertama kali mendapatkan informasi terkait surat pemanggilan KPK itu dari YT melalui pesan WhatsApp. Dalam pesan tersebut, YT mengirim foto sampul surat pemanggilan KPK yang ditujukan kepada staf Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Blitar, RP.
YT sendiri diketahui merupakan anak laki-laki seorang kontraktor di Kabupaten Blitar.
"Saat itu saya tidak mengetahui surat itu palsu atau tidak. Sore harinya, Tiyon, staf PUPR datang ke saya untuk mengadukan ketakutannya karena menerima surat pemanggilan dari KPK. Saat itu dia bilang dari Pemkab yang dipanggil adalah dia dan bupati. Dia menganggap surat itu asli," ungkap Mohamad Triyanto, Kamis (24/10/2018).
Kepada RP, Triyanto kemudian menanyakan bagaimana surat itu ia terima. RP menjelaskan jika surat KPK itu tiba-tiba saja berada di meja kerjanya. "Saat itu saya sudah merasa ada hal yang gak beres, ada yang janggal terkait mekanisme pengiriman. Hingga kemudian saya pikir untuk membagikan surat itu ke akun Facebook untuk mencari kebenaran surat ini," paparnya.
Tak berhenti sampai di situ Triyanto juga menemukan kejanggalan lainnya. Ternyata, YT sudah mengetahui adanya surat pemanggilan oleh KPK, sebelum RP dan Bupati Blitar belum mengetahui menerima surat tersebut. Saat mencoba mengonfirmasi kepada YT dari mana foto sampul surat yang dikirimkannya, YT justru menjawab jika pihaknya juga korban, karena ibunya juga mendapatkan surat yang sama.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




