Para Dai dan Daiyah Tuban menyanyikan lagu Indonesia Raya saat pembukaan pembekalan.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka persiapan ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 tingkat Provinsi Jawa Timur, sebanyak 160 dai dan daiyah di Kabupaten Tuban diberi pembekalan di salah satu hotel, Selasa (23/10).
Asisten Pemerintahan Sekda Kabupaten Tuban, Joko Sarwono membuka pembekalan tersebut. Mengawali sambutannya, Joko Sarwono menyampaikan pesan Bupati Tuban H Fathul Huda terkait pelaksaanan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-28 tingkat Provinsi Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Lapas Tuban Gagalkan Penyelundupan 177 Butir Obat, Alur Kunjungan Bakal Diperketat
- PT Solusi Bangun Indonesia Bagikan Dividen Rp329,3 Miliar dari Laba Bersih 2025
- Gangguan Transmisi 500 kV, PLN Angkat Bicara soal Listrik Padam di Tuban hingga Lamongan
- Berawal dari Facebook, Pasangan Paruh Baya ini Resmi Menikah di Nikah Massal Tuban
Bupati berharap, seluruh OPD termasuk Pemerintah Kecamatan se-Kabupaten Tuban untuk mempersiapkan diri dan kafilah yang akan berkompetisi pada event tersebut.
"Ini sebuah tantangan yang harus dihadapi karsna persoalan di masyarakat kian kompleks. Oleh sebab itu, kehadiran ulama di masyarakat sangat dibutuhkan. Tidak hanya itu, aktivitas dakwah di era modern saat ini dihadapkan dengan pengaruh bermacam media sosial. Hal tersebut dapat menjadi pisau bermata ganda," ujar Joko.
Menurutnya, dai dan daiyah yang professional dan proporsional sangat diperlukan dalam membendung pengaruh budaya barat yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. "Namun, jumlah ulama tidak sebanding dengan jumlah umat masyarakat. Sedangkan, untuk mencetak ulama membutuhkan proses dan waktu yang lama," paparnya.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada pondok pesantren di Kabupaten Tuban yang telah menjalankan tugas mencetak ulama dengan baik," terangnya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Tuban, Eko Julianto menerangkan, kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan peran dai dan daiyah dalam membangun wawasan kebangsaan dan kohesivitas sosial guna mengatasi persoalan bangsa.
Rencananya, kegiatan yang dimulai 22-24 Oktober ini melibatkan beberapa masyarakat sebagai narasumber. Di antaranya dari praktisi pendakwah, pemateri Kemenag Tuban, Ormas Keagamaan, dan aparat TNI.
"Tujuannya adalah agar materi yang diberikan kepada dai dan daiyah lebih komprehensif, sekaligus mencakup berbagai aspek kehidupan," tutupnya. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




