Rabu, 12 Agustus 2020 04:25

Anedizer Karya Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Torehkan Prestasi Tingkat Internasional

Jumat, 19 Oktober 2018 23:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Anedizer Karya Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Torehkan Prestasi Tingkat Internasional
Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Fadel Firnanda, Syarif Ilzami, Defriska Naura, dan Kanza Aulia saat mempraktikan cara kerja Anedizer.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anedizer (Ambulance Stretcher Stabilizer) karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menorehkan prestasi. Prototipe alat pengangkut pasien di ambulans tersebut berjaya di Guangzhou, Tiongkok.

Karya anak-anak Smamda Sidoarjo tersebut dinobatkan sebagai runner-up dalam Apicta Award yang digelar di Guangzhou 9-13 Oktober kemarin.

Meski berstatus juara dua, para siswa dan sekolah merasa sangat bangga. Sebab event internasional itu cukup bergengsi dengan peserta dari 16 negara berbeda.

Apalagi, sebelumnya Anedizer juga menyabet juara 1 lomba tingkat nasional Amikom ICT Award yang digelar di Yogyakarta, September 2018 lalu.

Prototipe stretcher anti guncangan itu merupakan karya dari kelompok siswa Smamda yang terdiri dari Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Fadel Firnanda, Syarif Ilzami, Defriska Naura, dan Kanza Aulia.

"Butuh waktu sekitar lima bulan pembuatan karya ini. Tapi dananya murah, tidak sampai Rp 1 juta," ujar Faza sambil menunjukkan karyanya bersama rekan-rekannya, Jumat (19/10).

Diceritakan, ide pembuatan karya ini bermula saat dia bersama beberapa rekannya kerap melihat mobil ambulans melaju kencang di jalan raya untuk membawa pasien agar cepat sampai ke rumah sakit.

Ketika jalanan sedang ramai, ambulan pun terlihat harus zig-zag ke kanan-kiri menghindari kendaraan lain. Tentu kondisi itu berpengaruh terhadap pasien yang sedang diangkut.

Apalagi mobil melaju dalam kecepatan tinggi, tentu juga mengakibatkan posisi pasien yang sedang diangkut ikut goyang atau mering ke kanan dan kiri ketika dalam perjalanan.

Ditambah lagi banyaknya jalan bergelombang, jalan rusak, dan sebagainya, kondisi pasien jelas terguncang.

"Dari situ kami berpikir bagaimana membuat alat agar posisi pasien tetap stabil meski ambulans yang mengangkutnya melaju kencang, belok kanan-kiri, dan saat melintasi jalan bergelombang," urai siswa kelas XII tersebut.

Kemudian, ketemulah ide dengan mengadopsi teknologi gimbal kamera seperti yang sedang banyak dipakai oleh para vlogger. Dengan gimbal, posisi kamera tetap stabil meski dipakai jalan dan naik-turun.

Untuk mengaplikasikan itu ke stretcher, pertama dibuat programnya. Dari situ, lantas lima siswa tersebut merangkai prototipe stretcher dalam bentuk kecil menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.

Alat angkut pasien itu lantas dipasangi sensor untuk mendeteksi tingkat kemiringannya. Sensor kemudian menggerakkan stabilizer untuk menyemimbangkannya.

"Bisa dibilang, komponen utamanya adalah sensor IMU dan Arduino," tandas Fadel sambil menunjukkan sistem kerja alat yang dirancangnya itu.

Sekitar lima bulan, proyek pembuatan prototipe rampung. Kemudian dibawa ke Jogja dalam lomba nasional Amikom ICT Award. "Alhamdulillah juara satu," sambungnya.

Dari sana, karya para siswa untuk pasien yang dalam perjalanan menggunakan ambulans ini lantas kembali diikutkan pada lomba tingkat internasional di Guangzhou. Lagi-lagi berjaya, dengan predikat Merit atau juara dua. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Senin, 10 Agustus 2020 18:53 WIB
Oleh: M Mas'ud AdnanApollinaris Darmawan - seorang kakek – sangat rajin menghina dan memfitnah agama Islam dan Nabi Muhammad. Dari jejak digitalnya, Apollinaris yang non muslim itu kurang lebih 10 tahun menghina Islam dan juga tokoh-tokoh Islam ...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...