Jumat, 23 Agustus 2019 06:08

Anedizer Karya Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Torehkan Prestasi Tingkat Internasional

Jumat, 19 Oktober 2018 23:01 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Anedizer Karya Siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Torehkan Prestasi Tingkat Internasional
Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Fadel Firnanda, Syarif Ilzami, Defriska Naura, dan Kanza Aulia saat mempraktikan cara kerja Anedizer.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Anedizer (Ambulance Stretcher Stabilizer) karya siswa SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo kembali menorehkan prestasi. Prototipe alat pengangkut pasien di ambulans tersebut berjaya di Guangzhou, Tiongkok.

Karya anak-anak Smamda Sidoarjo tersebut dinobatkan sebagai runner-up dalam Apicta Award yang digelar di Guangzhou 9-13 Oktober kemarin.

Meski berstatus juara dua, para siswa dan sekolah merasa sangat bangga. Sebab event internasional itu cukup bergengsi dengan peserta dari 16 negara berbeda.

Apalagi, sebelumnya Anedizer juga menyabet juara 1 lomba tingkat nasional Amikom ICT Award yang digelar di Yogyakarta, September 2018 lalu.

Prototipe stretcher anti guncangan itu merupakan karya dari kelompok siswa Smamda yang terdiri dari Faza Ghulam Ahmad, Muhammad Fadel Firnanda, Syarif Ilzami, Defriska Naura, dan Kanza Aulia.

"Butuh waktu sekitar lima bulan pembuatan karya ini. Tapi dananya murah, tidak sampai Rp 1 juta," ujar Faza sambil menunjukkan karyanya bersama rekan-rekannya, Jumat (19/10).

Diceritakan, ide pembuatan karya ini bermula saat dia bersama beberapa rekannya kerap melihat mobil ambulans melaju kencang di jalan raya untuk membawa pasien agar cepat sampai ke rumah sakit.

Ketika jalanan sedang ramai, ambulan pun terlihat harus zig-zag ke kanan-kiri menghindari kendaraan lain. Tentu kondisi itu berpengaruh terhadap pasien yang sedang diangkut.

Apalagi mobil melaju dalam kecepatan tinggi, tentu juga mengakibatkan posisi pasien yang sedang diangkut ikut goyang atau mering ke kanan dan kiri ketika dalam perjalanan.

Ditambah lagi banyaknya jalan bergelombang, jalan rusak, dan sebagainya, kondisi pasien jelas terguncang.

"Dari situ kami berpikir bagaimana membuat alat agar posisi pasien tetap stabil meski ambulans yang mengangkutnya melaju kencang, belok kanan-kiri, dan saat melintasi jalan bergelombang," urai siswa kelas XII tersebut.

Kemudian, ketemulah ide dengan mengadopsi teknologi gimbal kamera seperti yang sedang banyak dipakai oleh para vlogger. Dengan gimbal, posisi kamera tetap stabil meski dipakai jalan dan naik-turun.

Untuk mengaplikasikan itu ke stretcher, pertama dibuat programnya. Dari situ, lantas lima siswa tersebut merangkai prototipe stretcher dalam bentuk kecil menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat.

Alat angkut pasien itu lantas dipasangi sensor untuk mendeteksi tingkat kemiringannya. Sensor kemudian menggerakkan stabilizer untuk menyemimbangkannya.

"Bisa dibilang, komponen utamanya adalah sensor IMU dan Arduino," tandas Fadel sambil menunjukkan sistem kerja alat yang dirancangnya itu.

Sekitar lima bulan, proyek pembuatan prototipe rampung. Kemudian dibawa ke Jogja dalam lomba nasional Amikom ICT Award. "Alhamdulillah juara satu," sambungnya.

Dari sana, karya para siswa untuk pasien yang dalam perjalanan menggunakan ambulans ini lantas kembali diikutkan pada lomba tingkat internasional di Guangzhou. Lagi-lagi berjaya, dengan predikat Merit atau juara dua. (cat/rev)

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...