Senin, 22 Juli 2019 14:01

Polresta Sidoarjo Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi di Hotel Bypass Juanda

Kamis, 18 Oktober 2018 23:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy
Polresta Sidoarjo Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi di Hotel Bypass Juanda

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Satreskrim Polresta Sidoarjo menggelar reka ulang kasus pembunuhan terhadap Andik Wawan Prasetyo (38), sopir taksi Prima Trans asal Desa Pehwetan, Kecamatan Papar, Kediri di Pondok Inap Shofwa di jalan Bypass Juanda Sidoarjo.

Dua pelaku, Masmudi (25) dan Imron (29) memeragakan sedikitnya 60 adegan dalam rekonstruksi tersebut. Kakak adik asal Dusun Parenduan, Desa Batokaban, Kecamatan Konang, Bangkalan ini merupakan pelaku pembunuhan terhadap Andik Wawan.

Reka ulang diawali di lapangan Albatros, saat dua pelaku mengintai korban yang ketemuan dengan istri Masmudi.

Kemudian dilanjutkan pengejaran sampai ke hotel, dilanjutkan adegan mendatangi kamar tempat korban dan istri Masmudi menginap, hingga pembunuhan terhadap korban.

"Reka ulang untuk melengkapi proses penyidikan dan mengungkap fakta-fakta dari lokasi kejadian," cetus Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris usai rekonstruksi.

Memang hanya ada beberapa fakta baru yang ditemukan, seperti ketika tersangka Imron berlari membacok korban kemudian kabur duluan meninggalkan adiknya, dan fakta lain.

"Juga fakta bahwa setelah peristiwa itu tersangka Masmudi sambil berlari menggelandang istrinya dari lokasi kejadian," jlentreh Harris.

Dalam rekonstruksi itu, istri Masmudi tidak dihadirkan. Perannya sebagai saksi digantikan oleh orang lain.

Menurut Harris, saksi kunci itu tidak dihadirkan demi alasan keamanan. "Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kasus ini motifnya adalah pelaku cemburu terhadap istrinya," jawab dia.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi 29 September lalu. Awalnya, sekitar pukul 17.00 WIB Imron melihat istri adiknya bertemu dengan seorang pria di depan lapangan Albatros Sedati. Mereka naik ke sebuah mobil Innova.

Imron pun mengabarkan ke Masmudi sambil membuntuti mobil Innova yang melaju ke Bypass Juanda. Di jalan, Masmudi mengendarai motor, menyalipnya.

Sampai mereka mendapati Innova itu berhenti di penginapan. Masmudi yang sampai duluan langsung naik mencari kamar Andik. Di kamar nomor 40 lantai dua itu, sempat terjadi duel yang berujung penusukan oleh Masmudi.

"Saya di bawah mendengar teriakan minta tolong. Terus saya naik, dan melihat adik saya duel. Saat itu saya ambil pisau yang tergeletak kemudian membacok korban," terangnya.

Sekali bacok, korban tersungkur. Imron kemudian pergi. Beberapa saat berikutnya, Masmudi mengajak istrinya dan pergi meninggalkan penginapan.

Dua hari setelah kejadian, Masmudi berhasil ditangkap polisi saat di Aloha, hendak ke keluarganya di Surabaya. Sedangkan Imron, ditangkap polisi dalam persembunyiannya di Bangkalan, beberapa hari berikutnya. (cat/ian)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...