Bupati Fadeli (berdiri) dalam acara Temu Wicara Kontak Tani Tahun 2018 di Pendopo Lokatantra.
Dia menguraikan pengembangan MPS ke depan diarahkan pada kawasan dengan ketersediaan air cukup dan pengairan yang bisa diatur di 10 ribu hektare lahan di 6 kecamatan. Dengan MPS, dari kawasan ini ditargetkan produktivitasnya bisa mencapai rata-rata 7 ton gabah sehat/ha di tahun 2021, yang setara dengan 45.000 ton beras sehat/tahun.
Sedangkan pada pengembangan kawasan padi hibrida akan diarahkan di lahan kering pada 10.400 hektare lahan di 9 kecamatan. Untuk kawasan ini target produktivitas yang ingin dicapai rata-rata 10 ton per hektare di tahun 2021.
“Saat ini teknologi untuk MPS sudah tersedia. Lahan rintisan MPS di Lamongan juga sudah ada, sehingga tinggal pengembangannya,“ ujar dia.
Mirip dengan Tani Jago, komponen teknologi dalam MPS di antaranya berupa penggunaan varietas unggul, penyiapan lahan dengan pengolahan sempurna menggunakan hand tractor dan pengaturan jarak tanam dengan jajar legowo.
Kemudian pengaturan pemupukan kimia yang disesuaikan kondisi lahan, menggunakan metode pengairan berselang, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) serta panen menggunakan combine harvester untuk menekan hilangnya produksi saat panen.
Kawasan MPS nantinya akan diterapkan di Kecamatan Sekaran, Karanggeneng, Kalitengah, Karangbinangun, Glagah dan Deket. Kemudian kawasan padi hibrida di Kecamatan Mantup, Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame, Modo Kedungpring, Sugio serta Kembangbahu. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




