Posko peduli Bencana Palu dan Donggala sudah berdiri.
SURABAYA, BANGSAONINE.com - Bencana gempa bumi disertai tsunami yang terjadi di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Mulai hari ini, Senin (01/10/18), Pemkot Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas, membuka posko peduli korban gempa dan tsunami. Posko tersebut, berlokasi di halaman Balai Kota Surabaya.
BACA JUGA:
- Revitalisasi Dikebut, 5 Pasar Tradisional Surabaya Ditarget Tuntas Pertengahan Mei 2026
- Bukan Cagar Budaya Asli, Pemkot Surabaya Hapus Status dan Bongkar Fasad Eks Toko Nam
- Pendaftaran Beasiswa Pemuda Tangguh Dibuka, Pemkot Surabaya Fokus Jemput Bola untuk Warga Desil 1-5
- Surabaya Kejar Penunggak Nafkah, Sistem Notifikasi Muncul Otomatis
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPB Linmas Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, pendirian posko tersebut merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara yang ada di Kota Palu dan Kabupaten Dongala, Sulawesi Tengah.
“Jadi ini (posko) untuk peduli Palu-Donggala, Sulawesi Tengah. Pemerintah kota mulai hari ini, menyiapkan untuk posko bantuan,” kata Yusuf, saat meninjau langsung pendirian posko bantuan korban gempa dan tsunami di halaman Balai Kota, Senin (01/10/18).
Yusuf menuturkan, tujuan pendirian posko tersebut untuk memfasilitasi masyarakat atau pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya yang akan mendonasikan bantuan kepada para korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Dongala Sulawesi Tengah.
“Barangkali ada masyarakat atau teman-teman OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang ingin membantu, kita siapkan di sini poskonya,” terangnya.
Ditanya wujud bantuan seperti apa yang saat ini paling dibutuhkan, Yusuf mengaku, sementara ini kebutuhan yang paling mendesak untuk korban bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala adalah bahan makanan, seperti beras, biskuit, dan susu. Selain itu, menurutnya, kebutuhan seperti tenda dan terpal juga dianggap mendesak di sana.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




